Sempat Salah Kiblat, Pembangunan Masjid Al-Ittihad di Tapsel Rampung

Amir Hamzah Harahap - Senin, 19 Januari 2026 20:35 WIB
Sempat Salah Kiblat, Pembangunan Masjid Al-Ittihad di Tapsel Rampung
analisamedan.com - Sempat salah kiblat, Pembangungan Masjid Al-Ittihad di Desa Bandar Hapinis, Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) telah rampung dan siap dimanfaatkan, Senin (19/1/2026).

Pengurus Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Al-Ittihad Desa Bandar Hapinis bersama PT Agincourt Resources (PTAR) bidang program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat tampak melakukan prosesi serah terima bantuan.

Pengurus masjid di Desa Bandar Hapinis juga menyampaikan awal mula pembangunan tempat ibadah yang didukung oleh perusahaan tambang tersebut.

Kepada wartawan, Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Syarifuddin Harahap mengatakan, pada tahun 2023 lalu bangunan masjid dibongkar karena sudah tidak sesuai arah kiblat dan tidak layak pakai. Dan pihak Kementerian Agama, meminta agar untuk dilakukan perbaikan.

"Jadi kondisinya kas masjid tidak cukup untuk membangun masjid. Kami bersama masyarakat bermufakat untuk meminta bantuan proposal kepada pihak perusahaan tambang emas dan langsung meresponnya dengan pembangunan bertahap," ungkapnya.

Dia tidak menduga masjid yang berada di Jalan lintas penghubung antara Kecamatan Muara Batangtoru dan Batangtoru itu dulunya sangat sederhana, dan kini sudah mampu menampung sekitar 550 umat muslimin.

"Alhamdulillah, tidak kami sangka masjid kami seperti ini, tidak bisa saya bayangkan. Tuhanlah yang membalasnya," ucap Syarifuddin Harahap.
Kepala Desa Bandar Hapinis Muslim Nasution menjelaskan, bantuan yang diserahkan PTAR berupa dana pembangunan yang langsung dikelola panitia dan diawasi oleh masyarakat.

"Dari awal Januari 2024, sampai selesai ini, bantuan yang sudah kita terima dari PTAR ada sekitar Rp 530 juta," jelasnya.

Muslim mengucapkan terima kasih dan memberi semangat kepada perusahaan tambang emas martabe yang telah peduli dan setia dalam membantu masyarakat terutama di masa bencana ini.

"Dan memang baru-baru ini kita terkena musibah, kami memahami bagaimana Martabe yang lebih dahulu membantu masyarakat Muara Batangtoru," ungkapnya.

Manajer Relasi Komunitas PTAR, Masdar Muda menjelaskan, pembangunan masjid ini berawal dari diskusi dengan masyarakat, dan persoalan masjid yang arah kiblatnya kurang tepat. Dan itu sangat riskan dalam beribadah.

"Salah satu untuk memperbaiki kiblat ini, harus dibongkar total. Dan kita sampaikan kepada manajemen, Alhamdulillah manajemen dan tim membuka hati," katanya.

Pembangunan masjid ini juga bagian program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di bidang agama, salah satunya dengan pembangunan rumah-rumah ibadah. Bangunan masjid telah rampung. Tugas saat ini, semua bertanggungjawab dalam memakmurkannya.

"Tidak ada gunanya bangunan masjid ini mewah kalau tidak ada jemaahnya. Mudah-mudahan sama-sama kita makmurkan masjid ini," tandasnya.

Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru