Tak Punya Biaya, Ibu 2 Anak Penderita Kanker Leher di Sidimpuan Kini Hanya Tergeletak Pasrah

Amir Hamzah Harahap - Kamis, 28 Maret 2024 22:36 WIB
Tak Punya Biaya, Ibu 2 Anak Penderita Kanker Leher di Sidimpuan Kini Hanya Tergeletak Pasrah
analisamedan/amir hamzah
Murni Batubara (50) Warga Lingkungan 2, Kelurahan Panyanggar, KecamatanPadangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan terpaksa pasrah dengan penyakit yang ia derita,

analisamedan.com -Karena ketiadaan biaya untuk berobat ke Kota Medan, Murni Batubara (50) Warga Lingkungan 2, Kelurahan Panyanggar, KecamatanPadangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan terpaksa pasrah dengan penyakit yang ia derita,

Saat tim media mendatangi rumah sangat sederhana yang ia kontrak berukuran 5x7 meter, tampak perempuan paruh baya ini tergeletak tak berdaya.

Di rumah kontrakan yang terbuat dari kayu inilah Ibu Murni Batubara menahankan rasa sakit karena kanker yang ia derita selama tiga bulan terakhir.

Sedangkan untuk penampakan kanker leher tersebut sudah dalam kondisi berarir (pecah) dan benjolan berdiameter 7 centimeter.

Selain benjolan yang sudah berarir, juga aroma tak sedap tercium langsung dikarenakan kanker yang ia derita sudah kronis.

Saat diwawancara media, Perempuan paruh baya ini hanya mampu bersuara pelan dan ngos-ngosan disebabkan benjolan dileher yang parah.

"Penyakit saya ini tiga bulan 'magodang' (benjolan), dan rasanya sakit sekali ngak bisa saya ungkapkan 'songon dia' (bagaimana) rasa sakitnya" ucap Ibu beranak dua ini dengan suara pelan dan serak.

Dan ketika ditanyai kembali, apakah sudah pernah berobat kerumah sakit, anak pertama dari wanita paruh baya ini "Ria" yang duduk disamping ibundanya membantu menjawab pertanyaan wartawan.

"Sekarang hanya bisa berobat kampung bang. Sedangkan untuk berobat kerumah sakit umum, terakhir pada 3 bulan lalu dirujuk ke Kota Medan. Dan sesampai dikota medan juga langsung disuruh pulang tunggu tiga bulan lagi. Baru ginilah membesar dan pecah leher ibuku bang" kata Ria sembari menangis terisak-isak karena melihat kondisi ibundanya.

Ria melanjutkan, ibundanya tidak dibawa berobat lagi dikarena tidak ada biaya kerumah sakit umum dan ke Kota Medan.

Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru