Tak Punya Biaya, Ibu 2 Anak Penderita Kanker Leher di Sidimpuan Kini Hanya Tergeletak Pasrah
"Nagak ada lagi uang kami bang, akupun awal ramadhan itu dipecat dari pekerjaan sales minuman energi, mungkin karena mengurus orang tua itu ngak bagus kerjaku dirasa mereka. Untuk makan aja bang udah susah" ucap ria karyawan yang baru dipecat ini dengan suara memelan.
Tidak sampai disitu, anak keduanya Amarah (17) yang masih duduk dikelas 2 SMA Negeri 4 Padangsidimpuan ini juga bercerita penderitaan keluarga setelah ibunya mengidap kanker.
"Dulu ibu saya bekerja sebagai penjual sayur di pasar Sadabuan, jadi terpaksa berhenti jualan. Sekarang kami sedang perih-perihnya. Kakak dipecat dan mama tidak bekerja dan sakit begini. Doa kami bang ibu sembuh cuma itu. Kalau memang harus makan satu kali sekali ngak apa-apa bang asal bisa berobat" ucap siswi ini.
Di tempat yang sama, Yayasan burangir yang juga berkunjung ke kediaman ibu Murni, Juli Zega menyebutkan akan turut membantu.
"Kita juga akan turu membantu sekuat tenaga. Semoga pemerintah dan para dermawan mau membantu biaya berobat ini" tegasnya.
Kalapas Herizal Yusuf dan Pemko Padangsidimpuan Komitmen akan Beri Pelayanan Terbaik
Besok ITS NU Sidimpuan dan Imam Foundation Kingdom Gelar Seminar Internasional
Tender Irigasi Ujung Gurap Rp.2 Miliar Hari Ini, 15 Kontraktor Mendaftar. Warga Harap Secepatnya Tuntas
Pisah Sambut Pimpinan Lapas, Herizal Yusuf Resmi Jabat Kalapas Padangsidimpuan
Khidmat dan Sederhana, Askari Pimpin Upacara HUT RI di Kelurahan Timbangan Padangsidimpuan Bersama Warga