Tender Irigasi Ujung Gurap Rp.2 Miliar Gagal. 400 Hektar Sawah Akan Alami Kekeringan Lagi!
Amir Hamzah Harahap - Kamis, 03 September 2026 17:31 WIB
analisamedan.com -Tender proyek Pemprov Sumatera Utara (Sumut) untuk pembangunan DI Ujung Gurap, Kecamatan Padangsidimpuan Batu Nadua, Kota Padangsidimpuan sebesar Rp.2 Miliar gagal, harapan petani pembangunan irigasi yang mengaliri 400 hektar persawahan terancam batal lagi tahun ini, Kamis (03/09/2026).
Hal tersebut diketahui sesuai data LPSE/https://spse.inaproc.id/sumutprov/lelang
inaproc dengan status tender tertulis "TENDER GAGAL"
Dimana terder gagal tersebut sebelumnya diikuti dua perusahaan yang memasukkan penawaran yakni CV Nasomaridi 14 dan CV Kamadie Konstruksi dengan nilai penawar Rp.1,97 Miliar.
Tertuang CV. Nasoramaridi memasukkan penawaran dengan nilai sangat rendah yakni Rp.1,67 Miliar, namun tidak hadir pada tahap klarifikasi administrasi, Kwalifikasi, Teknis, Harga dan Pembuktian Kwalifikasi yang dilayangkan Pokja Biro PBJ Prov. Sumut.
Dengan gagalnya tender tahap satu ini, dilaman inaproc Sumut belum memberikan jadwal tender ulang/kedua (terakhir).
Dampak Rusaknya DI Ujung Gurap
Sekitar 400 hektare sawah dan lahan pertanian di 9 desa, di Kecamatan Padangsidimpuan Batu Nadua, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, terancam kekeringan sejak 2023 lalu.
Hal itu disebabkan jebolnya saluran irigasi yang mengaliri pertanian warga.
Tak hanya lahan warga, sebanyak 13 masjid dan musala di wilayah tersebut juga mengalami krisis air yang sudah berlangsung berbulan-bulan.
Pasalnya, saluran irigasi pertanian Ujung Gurap sepanjang 100 meter, di Kelurahan Batu Nadua Julu (Hapinis) ambruk akibat diterjang longsor beberapa waktu lalu.
Karena pasokan air ke sawah dan kolam ikan warga tidak mengalir, warga terancam gagal panen.
Hal tersebut diketahui sesuai data LPSE/https://spse.inaproc.id/sumutprov/lelang
inaproc dengan status tender tertulis "TENDER GAGAL"
Dimana terder gagal tersebut sebelumnya diikuti dua perusahaan yang memasukkan penawaran yakni CV Nasomaridi 14 dan CV Kamadie Konstruksi dengan nilai penawar Rp.1,97 Miliar.
Tertuang CV. Nasoramaridi memasukkan penawaran dengan nilai sangat rendah yakni Rp.1,67 Miliar, namun tidak hadir pada tahap klarifikasi administrasi, Kwalifikasi, Teknis, Harga dan Pembuktian Kwalifikasi yang dilayangkan Pokja Biro PBJ Prov. Sumut.
Dengan gagalnya tender tahap satu ini, dilaman inaproc Sumut belum memberikan jadwal tender ulang/kedua (terakhir).
Dampak Rusaknya DI Ujung Gurap
Sekitar 400 hektare sawah dan lahan pertanian di 9 desa, di Kecamatan Padangsidimpuan Batu Nadua, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, terancam kekeringan sejak 2023 lalu.
Hal itu disebabkan jebolnya saluran irigasi yang mengaliri pertanian warga.
Tak hanya lahan warga, sebanyak 13 masjid dan musala di wilayah tersebut juga mengalami krisis air yang sudah berlangsung berbulan-bulan.
Pasalnya, saluran irigasi pertanian Ujung Gurap sepanjang 100 meter, di Kelurahan Batu Nadua Julu (Hapinis) ambruk akibat diterjang longsor beberapa waktu lalu.
Karena pasokan air ke sawah dan kolam ikan warga tidak mengalir, warga terancam gagal panen.
Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Walikota Letnan Lantik 16 Pejabat, Berikut Daftarnya
9 Proyek di Sidimpuan Gagal Tender & Proyek Bencana (TKD) Juga Mengendap. Warga Desak KPK Turun Langsung
Kalapas Herizal Yusuf dan Pemko Padangsidimpuan Komitmen akan Beri Pelayanan Terbaik
Besok ITS NU Sidimpuan dan Imam Foundation Kingdom Gelar Seminar Internasional
Tender Irigasi Ujung Gurap Rp.2 Miliar Hari Ini, 15 Kontraktor Mendaftar. Warga Harap Secepatnya Tuntas
Pisah Sambut Pimpinan Lapas, Herizal Yusuf Resmi Jabat Kalapas Padangsidimpuan
Komentar