BRI Lubukpakam Peringati Harkitnas 2024

Sugiatmo - Minggu, 02 Juni 2024 19:57 WIB
BRI Lubukpakam Peringati Harkitnas 2024
analisamedan/dok
HARKITNAS : Manager BO BRI Lubukpakam Muhammad Maltha Agustira bertindak selaku inspektur upacara Harkitnas 24 Mei 2024.

analisamedan.com - Pimpinan Branch Office (BO) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Lubukpakam bersama insan BRILian memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei 2024 dengan melaksanakan upacara di halaman kantor Jalan lintas Sumatera (Jalinsum), Kota Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, Senin (20/5).

Bertindak selaku Inspektur Upacara Manager BO BRI Lubukpakam Muhammad Maltha Agustira dengan pemimpin upacara petugas Satuan Pengamanan (Satpam) Harry Nyepi Anggara dimulai Pukul 07.00 WIB.

Maltha yang membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Budi Arie Setiadi yang menegaskan, bahwa kebangkitan nasional adalah penanda lahirnya zaman baru. Pencetus cara berpikir baru.

Semangat kebangkitan nasional merumuskan kemerdekaan sebagai wahana memperjuangkan kedaulatan dan kemuliaan manusia. Apa yang digagas Budi Utomo, Kartini dan para embrio bangsa, kemudian dirumuskan Bung Karno sebagai "jembatan emas". [br

Ditegaskan, hari ini bangsa Indonesi berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa.

"Berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu, kini kita menghadapi berbagai tantangan dan peluang baru. Kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru," urainya.

Kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan kita sehari-hari dan menjadi bagian dari peradaban bangsa kita hari ini. Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner. Banyak kesulitan yang berhasil diselesaikan teknologi.

"Adagium di zaman ini jelas, dia yang menguasai teknologi, dia pula yang akan menguasai peradaban," tegasnya.

Dalam dua dekade terakhir, perubahannya demikian pesat. Teknologi digital, misalnya, telah melesat jauh melampaui bayangan banyak orang. Setidaknya, tak terbayangkan dalam tiga dekade yang lalu, bahwa hari ini akan seperti ini.

Teknologi digital telah menebas banyak keterbatasan manusia. Dunia seakan mengerdil. Semua seperti mendekat, terpampang di depan mata. Jarak bagai tak lagi relevan. Kehadiran visual menyempurnakan kehadiran suara. (mr)





Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru