Stasiun Kuala Tanjung Pertegas Peran sebagai Integrator Logistik Multimoda di Sumut
Kehadiran kereta api memberikan jaminan kepastian waktu tempuh dan keamanan komoditas, sehingga daya saing produk ekspor lokal di pasar global meningkat secara masif. Selain unggul dalam konektivitas, peralihan moda angkutan dari jalan raya ke jalur besi ini berdampak besar pada kelestarian lingkungan.
"Dengan memindahkan beban logistik ke rel, KAI Divre I Sumatera Utara tidak hanya berperan turut memangkas biaya logistik dan mengurangi kepadatan jalan raya, tetapi juga mereduksi emisi karbon hingga 75 persen. Ini adalah wujud nyata green logistics untuk Sumatera Utara," kata Anwar.
Potensi pengembangan di simpul logistik ini juga masih terbuka lebar. Stasiun Pelabuhan Kuala Tanjung saat ini didukung oleh lapangan penumpukan petikemas berkapasitas hingga 1.200 TEUs yang siap menyerap lonjakan arus barang dalam skala yang jauh lebih besar ke depan.
"Melalui lompatan volume dan penguatan integrasi fisik serta digital yang terus berjalan, KAI berkomitmen menjadikan Stasiun Kuala Tanjung sebagai pusat logistik masa depan. Transformasi ini memastikan terciptanya ekosistem distribusi yang tidak hanya modern dan kompetitif di tingkat regional, tetapi juga berkelanjutan bagi lingkungan," pungkas Anwar. (imar)
Libur Sekolah Tiba, Ribuan Anak dan Keluarga di Sumut Mulai Padati Kereta Api
Angkutan Barang KAI Sumut Naik, Dorong Efisiensi Logistik dan Stabilitas Harga Kebutuhan Masyarakat
KA Putri Deli Angkut 541 Ribu Penumpang Hingga Mei 2026, Kuasai 47 Persen Pasar Kereta Api di Sumatera Utara
Masifkan Digitalisasi Layanan Tiket, KAI Divre I Sumut Catat Pembelian Digital Tembus 80 Persen
KAI dan Pemkab Deli Serdang Sepakati Penataan Kawasan Eks Stasiun Deli Tua