Sumut Diperkirakan Deflasi, New Normal Gagal?
analisamedan.com – Kinerja sejumlah harga kebutuhan pokok belakangan ini mengalami penurunan. Di bulan Juni terdapat beberapa komoditas yang turun diantaranya, bawang merah, bawang putih, gula pasir, dan daging ayam. Sejumlah harga ikan laut juga mengalami penurunan. Tren penurunan ini berpeluang menggiring deflasi di wilayah Sumut. Sumut Diperkirakan Deflasi
“Sejauh ini, saya menilai perkembangan harga yang turun tersebut berpeluang menggiring deflasi Sumut setidaknya mencapai 0.5%. Namun kondisi harga bisa saja berubah nantinya. Tergantung dari perkembangan harga hingga akhir Juni,” kata pengamat ekonomi Gunawan Benjamin, Kamis petang.
Akan tetapi, lanjut Benjamin, tren deflasi ini sudah begitu terasa, terlebih cabai yang kerap menjadi penyumbang inflasi harganya juga tidak mengalami kenaikan. Bergerak stabil meskipun dengan rata rata kenaikan yang tipis. Kinerja harga cabai tersebut jika bertahan sampai akhir juni, maka deflasi bisa dipastikan terjadi.
“Tinggal lebih kurang sepekan lagi. Nanti akan kita update berapa perkiraan besaran deflasi di akhir bulan. Namun deflasi di tengah new normal ini bisa saja diartikan sebagai kegagalan, dimana daya beli masyarakat tetap bermasalah. Atau deflasi dipandang sebagai pertanda buruk bagi perekonomian”.
Tak kunjung Membaik
Cara menilainya, dari harga sejumlah kebutuhan pokok yang tak kunjung membaik seperti cabai yang menjadi komoditasnya. Di samping itu, banyak pedagang yang masih saja mengeluhkan omset penjualan yang tak kunjung berbalik seperti saat sebelum pandemic corona.
Namun, deflasi saat ini lebih dikarenakan oleh kondisi barang yang terlanjur mahal yang diakibatkan gangguan persediaan selama pandemic berlangung. Khususnya sejak bulan Maret hingga Mei kemarin, dimana terjadi ketidakseimbangan pasar yang diakibatkan banyak faktor. Namun, faktor utama adalah corona yang memicu aktifitas masyarakat melambat.
Jadi deflasi bulan ini nantinya tidak semuanya merupakan kabar buruk. Tetapi sebagian besar lebih dipengaruhi oleh tren keseimbangan harga yang baru. Yang terlanjur mahal saat aktifitas masyarakat dibatasi.
“Nah kita tunggu di bulan Juli. Jika nanti di bulan tersebut pemerintah berani membuka seluas-luasnya aktifitas masyarakat,” kata Gunawan.
Maka kesimpulan dari efektifitas new normal dan pengaruhnya terhadap ekonomi masyarakat baru akan dirasakan.
“Meski demikian, saya tetap berpendirian bahwa sampai akhir tahun ini daya beli masyarakat belum akan mampu menggerakan ekonomi kembali seperti tahun 2019, terlebih pengaruhnya terhadap harga komoditas. Harga pangan yang berlaku akan lebih banyak dipengaruhi oleh sisi persediaan. Karena ekonomi belum akan pulih dalam waktu dekat terlebih jika berbicara akhir tahun,” tutup Benjamin. Sumut Diperkirakan Deflasi, New Normal Gagal?
Ketum DPP BKPRMI Said Aldi Al Idrus Tegaskan : Aksi Pembakaran Alquran oleh Politisi Swedia Tindakan Islamphobia dan Radikal
IPW Minta KPK Dalami Putusan Pidana Mantan Konsultan Pajak PT Jhonlin Baratama
Kontingen PWNU Sumut Sabet 16 Medali Porseni 1 Abad NU di Solo, Berikut Nominasinya
Tempati Urutan Kelima pada Porseni 1 Abad NU, PWNU Sumut: Syukuri Bersama
Perayaan Imlek di Medan Aman, Warga Penuhi Kelenteng