Sumut Habiskan 2,1 Juta Ton Beras Per Tahun, Dinas Ketapang Gerakkan Diversifikasi Pangan

Sugiatmo - Kamis, 07 Maret 2024 16:33 WIB
Sumut Habiskan 2,1 Juta Ton Beras Per Tahun,  Dinas Ketapang Gerakkan Diversifikasi Pangan
analisamedan/gustan
Kabid Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Sumut Muhammad Juwaini

analisamedan.com -Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura ( ketapang) Sumatera Utara mengajak masyarakat untuk menggerakkan diversifikasi pangan dengan menciptakan kebiasaan baru dalam pola konsumsi masyarakat. Seperti pentingnya sarapan pagi dengan variasi makanan seperti bubur kacang hijau, ubi rebus, dan pisang rebus, sambil mengurangi ketergantungan pada nasi.

"Diversifikasi pangan ini, jika dikembangkan secara konsisten, diharapkan dapat membantu mengubah pola konsumsi beras kita," ungkap Kabid Tanaman Pangan Dinas Ketapang Sumut, Muhammad Juwaini, Kamis (7/3/24).

Ia menyampaikan, kebutuhan beras Sumut saat ini cukup tinggi yakni mencapai 2,1 juta ton per tahun, atau sekitar 5000 ton per hari. Dalam kondisi darurat, seperti bencana alam, hujan berkepanjangan, atau kemarau, Sumut masih perlu mengimpor beras untuk cadangan.

"Namun impor tersebut bersifat kondisional dan dilakukan dalam situasi-situasi tertentu saja," ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah tetap mempertahankan ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Maka pemerintah tidak akan pernah membiarkan masyarakatnya berjuang sendiri menghadapi harga-harga bahan pokok mahal. Pemerintah akan berusaha keras menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pangan.

"Pemprov Sumut akan terus melaksanakan operasi pasar dan membentuk tim Satgas pangan untuk mengendalikan harga, jika diperlukan. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Polda Sumut sebagai bagian dari satgas pangan Sumut untuk menghadapi potensi kenaikan harga yang berlebihan di lapangan," tuturnya.

Meski harga pangan mengalami kenaikan katanya , ia meyakinkan dengan data yang dimiliki, bahwa stok pangan Sumut aman. Tindakan preventif, seperti pembentukan pasar murah, akan diambil untuk meredam kenaikan harga dan menjaga ketersediaan pangan yang cukup untuk masyarakat.

"Meskipun harga beras melonjak menjelang hari besar, kenaikan tersebut bukan dikarenakan kurangnya stok pangan, melainkan terjadi mekanisme pasar yang mempengaruhi harga-harga bahan pangan," tutupnya. (gsp)

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru