Dari Mushola Terlantar ke Pusat Peradaban
analisamedan.com -Di sebuah sudut Desa Boangmanalu, Kecamatan Salak, berdiri Mushola At Taubah. Bangunan papan sederhana itu dulu nyaris roboh, sunyi tanpa jamaah, dan hanya menyisakan kenangan dari seorang pendakwah gigih bernama almarhum Patut James Manik. Sepeninggal beliau, mushola itu terlantar. Suara azan masih ada, tetapi lantunannya tak lagi mengundang langkah. Jumlah jamaah menyusut hingga nyaris hilang pada 2023.
Bagi sebagian orang, At Taubah mungkin tinggal menunggu runtuh. Namun, bagi seorang pria paruh baya bernama Muhammad Soleh, keadaan itu justru menjadi panggilan jiwa. "Saya merasa terpanggil dan sedih melihatnya," ujarnya lirih.
Ustaz Soleh bukan hanya prihatin, ia memilih bertindak. Menjadi Ketua Badan Kemakmuran Mushola (BKM) At Taubah bukanlah perkara mudah. Ia tahu jalan yang ditempuh akan penuh rintangan, namun tekadnya bulat: "Menjadikan Masjid sebagai Pusat Peradaban Manusia."
Ia mulai dengan hal sederhana mengajak warga kembali sholat berjamaah. Tapi, pendekatannya berbeda. Alih-alih hanya mengimbau, ia melahirkan gagasan kreatif: program "Jajan Berkah" dan "Sembako Berkah."
Muhammad Soleh Kembali ‘Nakhodai’ Alwashliyah Deliserdang Periode 2025-2030
Junaidi Malik : Sosok Soleh Masih Dibutuhkan Memimpin Alwashliyah Deliserdang
Ustaz Abdul Somad Ajak Masyarakat Deliserdang Coblos Pasangan Yusuf-Bayu, Puluhan Ribu Masyarakat ‘Banjiri’ Tabligh Akbar