DPRD Medan Minta Ornamen Rumah Adat Karo di Tugu Batas Kota Disempurnakan, Simbol Kepala Kerbau Hilang

Sugiatmo - Kamis, 23 Februari 2023 20:20 WIB
DPRD Medan Minta Ornamen Rumah Adat Karo di Tugu Batas Kota Disempurnakan, Simbol Kepala Kerbau Hilang
analisamedan/sugiatmo
Ornamen rumah adat Karo sebagai gapura batas antar kota di Kecamatan Medan Tuntungan tidak tampak kepala kerbau sebagai ciri khas rumah adat Karo

"Kota Medan merupakan kota multi etnis, dan identitas Kota Medan tidak terlepas juga dari suku karo. Identitas-identitas seperti ini tidak boleh hilang, karena ini salah satu kekayaan Kota Medan. Kita harap Dinas Perkim segera menindaklanjuti hal ini," pungkasnya.

Sebelumnya, warga suku karo tampak menyampaikan kiritikannya di media sosial atas pembangunan Gapura Batas Kota di Kecamatan Medan Tuntungan tersebut.

"HALLO..HALLO…..HMKI Medan/Sumut, Pemuda Merga Silima Medan/Sumut ,ICK, Mahasiswa Karo Medan.

Tolong Usulkan Kepada Walikota Medan Agar Mengubah, Memperbaiki Kepala Kerbau Pada Bangunan Rumah Adat Karo Di Pintu Gerbang Masuk Kota Medan, Jalan Jamin Ginting, Simpang Tuntungan Medan/Pancurbatu.

Seharusnya Bagian Atas Rumah Adat Karo Dibuat Berbentuk KEPALA KERBAU BERTANDUK (Seperti Gambar 2 dan 4). BUKAN HANYA TANDUK SAJA TANPA MUKA dan TANPA KEPALA (Seperti Gambar 1). Hayo Sdr/i Siapa Saja Warga Medan Tolong Usulkan Kepada Wali Kota Medan. Supaya Diperbaiki. Mumpung Belum Selesai Bangunannya. Bujur Mejuah2 Merga Silima," tulis salah seorang warga Medan di media sosial.

Hal itu pun mendapatkan tanggapan beragam dari warga net.

"Sepatutnya diperbaiki sesuai standar mengingat lokasi ini akan menjadi icon. Banyak tempat untuk branding a.l Sukajulu, Dokan, Lingga," Cuit W Ginting.

"Bang Wali Bobby Nasution, tolong diperhatikan aspirasi orang Karo. Agar jangan niat baik memuliakan budaya malah jadi dianggap menistakan budaya. Mohon pakailah tenaga ahli yang benar dan ahli, bukan yang sekedar mengaku-ngaku ahli," kata L Tarigan.

"Sentabi, Perlu perhatian khusus dan segera di ganti itu, jangan berlarut-larut, itu akan berpengaruh Kelak kepada anak kempu, ente ras entah kita Kalak Karo kupudi wari Enda. Ula kari gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Ula kari gara-gara simbol sikitik ena, mbau kerina turi-turin geluh Kalak Karo erkiteken Kita anak sigundari Enda tidak perduli dalam hal-hal kecil begini. Salam PIJER PODI. Mejuah-juah, bujur," tulis K Ginting.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru