Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarshah, ‘Ikon’ Deliserdang Historis nan Eksotis

Sugiatmo - Senin, 10 Juni 2024 23:52 WIB
Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarshah, ‘Ikon’ Deliserdang Historis nan Eksotis
analisamedan.com/air
Pemandangan eksotis Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarshah di malam hari.

analisamedan.com - Posisinya sangat strategis. Berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di area komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Deliserdang, Kota Lubkpakam. Tidak saja sekadar menjadi tempat ibadah umat Islam, Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarshah menjadi 'ikon' baru Kabupaten Deliserdang yang historis nan eksotis.

Sejak masjid ini diresmikan Bupati Deliserdang Ashari Tambunan saat itu, tepatnya 2 Juli 2021, kawasan Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarshah, kini 'menjelma' menjadi obyek wisata religius lokal. Setidaknya, menjadi alternatif tujuan wisata bagi masyarakat Kabupaten Deliserdang, khususnya kecamatan yang berdekatan dengan Kota Lubukpakam.

Setiap sore dan malam-malam tertentu, kawasan ini pun menjadi semacam tempat 'tongkrongan'. Keindahan bangunannya juga didukung fasilitas air mancur yang berliuk-liuk ditambah lagi dengan lampu warna-warni ketika malam hari.

Keindahan suasana malam hari di kawasan Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarshah ini pun menjadi daya tarik bagi banyak masyarakat. Ditambah lagi sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Mengah (UMKM) menyajikan sejumlah aneka kuliner dan minuman sehingga urusan perut dipastikan aman dan nyaman.

Masjid Historis

Secara fisik, konsep Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarshah merupakan bangunan baru secara keseluruhan. Pembangunannya diawali tahun anggaran 2017 dengan luas area 16.307 M2 (1,6 Ha) dan bangunan masjid seluas 5.864 M2 yang dapat menampung kurang lebih 1.600 jemaah didukung alokasi dana bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Deliserdang.

Namun pembangunan masjid itu sendiri bernilai historis yang melekat nilai-nilai kearifan lokal Kabupaten Deliserdang. Nilai historis Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarshah sudah terekam dari namanya.

Sultan Thaf Sinar Basarshah merupakan Sultan Negeri Serdang ke-3 yang memerintah tahun 1817-1850. Keberdaaan kesultanan ini pada masanya terletak dalam wilayah administrasi Kabupaten Deliserdang saat ini. Fakta ini jelas sebagai indikasi bahwa Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarshah bernilai historis.

Karena itu. Sultan Serdang ke X -9 saat ini, Tuanku Akhmad Talaa Syariful Alamsyah sangat mengapresiasi Bupati Deliserdang Ashari Tambunan dan Wakil Bupati Muhammad Ali Yusuf Siregar saat itu, sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan kepada Kesultanan Negeri Serdang lewat penabalan nama atas masjid agung tersebut.

Eksotis

Selain bernilai historis, keberadaan Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarshah sangat eksotis. Eksotismenya tidak saja disebabkan kemegahan fisik bangunannya yang konon menelan biaya puluhan miliar rupiah. Tapi bentuknya juga sarat makna dengan kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Deliserdang.

Kubah yang seperti payung bukan hanya sebuah bentuk. Tapi punya makna filosofis termasuk bentuk-bentuk bangunan lainnya. Kubahnya yang berbentuk payung menyiratkan makna tempat berteduh khususnya umat Islam. Sebab masjid memang menjadi tempat pengabdian seorang hamba ketika melaksanakan ibadah salat fardhu. Dan mereka yang senantiasa masuk ke dalam masjid, berarti mengaktualisasikan rasa keimanannya.

Nilai eksotis laiNnya juga terlihat dari menaranya yang memiliki pilar membentuk tulisan "Allah" ditambah lagi dengan suasana di dalam masjid berbalut kesejukan dan luas serta hiasan bagian depan didominasi warna keemasan dan lampu hias gantung serta mimbar keren yang juga memanjakan mata.

Di bagian luar masjid juga tersaji halaman luas dengan areal parkir untuk kendaraan berkapasitas cukup banyak. Masjid yang kini menjadi tempat wisata bagi masyarakat ditambah lagi dengan 'muncratan' air mancur yang sesekali terlihat diaktifkan pihak pengelolanya menambah keindahan masjid kebanggaan masyarakat Deliserdang ini.

Pemandangan yang memanjakan juga akan bisa dirasakan saat malam hari. Warna-warni berganti dari setelan lampu yang menambah keindahan masjid ini. Dalam hitungan menit, gedung megah Masjid Agung Sultan Thaf Sinar BasarshaH ini akan berganti pemandangan mulai dari warna putih, kuning, hijau dan biru, termasuk pilar menaranya.

Benar-benar eksotis sehingga masjid agung ini pun kini menjadi salah satu destinasi wisata lokal bagi masyarakat Deliserdang khususnya dan layak menjadi persinggahan bagi masyarakat yang melintas.

Sebuah kebanggaan yang akan menjadi catatan sejarah dari sebuah komitmen pembangunan dengan lahirnya ikon baru yang historis nan eksotis di Kabupaten Deliserdang.(air)

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru