Sosok Inspiratif di Balik Pojok Sastra MAN Tanjungbalai
"Dengan menulis, mereka belajar jujur pada perasaan, merangkai kata menjadi makna, dan pada akhirnya, menemukan identitas diri," ungkapnya penuh keyakinan.
Bagi Rosita, Pojok Sastra bukan sekadar metode pembelajaran, melainkan cara mendekatkan bahasa dengan kehidupan nyata.
Perjalanannya tentu tidak selalu mudah. Di awal karier, Rosita harus berhadapan dengan keterbatasan fasilitas dan tantangan membangkitkan minat baca siswa yang lebih tertarik pada gawai ketimbang buku. Namun, hal itu tidak membuatnya menyerah.
Ia justru memanfaatkan teknologi sebagai jembatan. Murid-muridnya diajak membuat vlog resensi buku, podcast analisis puisi, hingga menulis surat untuk diri sendiri sepuluh tahun ke depan. Cara ini tidak hanya menghidupkan kelas, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa tulisan adalah jejak perjalanan hidup.
Ketua ATLI Muspriadi Serahkan Buku Reformasi Transportasi kepada Utusan Khusus Presiden di Sergai
Partai Gema Bangsa Sumut Dukung Gagasan Pembentukan Kementerian Transportasi dan Logistik
Bedah Buku Reformasi Sistem Transportasi dan Logistik Nasional : Integrasi Kebijakan Dinilai Kunci Efisiensi Distribusi
Mengungkap Rahasia di Balik Klik “Saya Setuju”:
Menelusuri Wajah Baru Dunia Hukum dalam Buku “Profesi Hukum di Era Industri 4.0 dan Society 5.0”