Yazid, Jemaah Termuda Kloter 09 KNO: Haji Muda, Hati Tua Penuh Berkah
Sebagai jemaah termuda, Yazid bukan hanya sibuk menjalankan ibadah. Ia justru menjadi penopang bagi banyak jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Ia sering terlihat mendorong kursi roda, membantu saat tawaf, sa'i, hingga mempersiapkan konsumsi jemaah. "Mungkin karena saya masih muda dan bertenaga, Allah mudahkan saya untuk membantu mereka," katanya rendah hati.
Yazid mengaku, semangat melayani orang lain itu berasal dari didikan orang tuanya. Sejak kecil, ia diajarkan untuk selalu bermanfaat bagi sesama. "Prinsip hidup saya: kalau kita mampu, sehat, dan kuat, maka berbagilah. Hidup itu harus berguna," tegasnya.
Perjalanan haji Yazid juga penuh dengan momen-momen spiritual yang menyentuh. Meski fisiknya sempat terasa lemah usai menjalani puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Yazid merasakan keajaiban saat akan bertawaf di hadapan Ka'bah. "Saya berdoa agar dimudahkan. Tiba-tiba, tubuh terasa ringan dan kuat. Saya bisa menyelesaikan tawaf dengan lancar meski dikelilingi kerumunan besar," ungkapnya, matanya berkaca-kaca.
Dua Sejoli dan Seorang Pemuda Diciduk, 295 Pod Getar Diamankan Polisi
Komisi IV DPRD Medan akan Tindaklanjuti Wacana Ongkos Gratis bagi Pelajar
Tersangka Penganiayaan Leonardo Tarigan Ditangkap Polisi di Pancur Batu
IRT Diduga Edarkan Sabu, Polisi Kejar Pemasok di Lembah Sunggal
15 Mahasiswa UMA Magang ke Jepang, Jadi Bekal Tembus Pasar Kerja Global