Yazid, Jemaah Termuda Kloter 09 KNO: Haji Muda, Hati Tua Penuh Berkah
Yang membuat Yazid semakin terenyuh, ia yang dikenal jarang menangis, justru tak kuasa menahan air mata di tanah suci. Setiap mendengar lantunan Al-Qur'an atau saat berdoa, terutama di depan Ka'bah, air matanya mengalir deras. "Terbayang semua dosa dan kekhilafan. Saya tak bisa menahan tangis. Rasanya seperti dibersihkan dari dalam," kisahnya pelan.
Yazid juga membagikan pengalaman batinnya saat menghadapi keterbatasan fasilitas tenda dan toilet di Armuzna. "Kalau di Indonesia mungkin saya akan kesal. Tapi di sini hati saya tenang, bahkan bersyukur. Allah mengganti kekurangan itu dengan rasa damai yang tak bisa dijelaskan," ujarnya.
Kini, setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji, Yazid berharap bisa kembali ke tanah air dengan jiwa yang lebih matang, lebih sabar, dan lebih dekat dengan Allah. Ia yakin, menunaikan haji di usia muda bukan hanya bekal akhirat, tetapi juga pondasi untuk menjadi manusia yang lebih baik.
"Ini bukan akhir, ini adalah titik tolak untuk hidup yang lebih bermakna," pungkasnya, menyimpan kisah spiritual yang tak akan pernah lekang oleh waktu.
UMA dan Pemko Binjai Teken Kemitraan Strategis, Dorong Transformasi SDM hingga Hilirisasi Inovasi untuk Kota Maju
356 Jemaah Haji Kloter 14 Debarkasi Medan Disambut Haru di Ahmed
Satresnarkoba Polrestabes Medan Ungkap Dugaan Produksi Ulang Vape Mengandung Narkotika, Tiga Orang Diamankan
Dosen Fakultas Vokasi USU Tingkatkan Kompetensi Siswa SMK Negeri 7 Medan Melalui Program Pengabdian Masyarakat
Fraksi Golkar Pertanyakan Realisasi Pendapatan dan Belanja APBD Kota Medan 2025