Zikrullah (Mengingat Allah)

Oleh : Amirul Khair
El-Khair - Jumat, 01 November 2024 13:48 WIB
Zikrullah (Mengingat Allah)
dok.analisamedan.com


Makna mendalam dari zikrullah adalah seorang hamba senantiasa mengingat Sang Mahapencipta (Khalik) kapan dan dimana saja sehingga tidak ada waktu sedetik pun mengabaikannya. Dan bila itu terjadi menjadi sebuah perbuatan 'dosa besar' baginya sehingga harus kembali bertobat.

Zikir merupakan perbuatan lisan dan hati dalam mengingat Allah Swt Sang Mahasempurna yang akan mendatangkan ketenangan di dalam jiwa bila ini dilakukan dengan sempurna pula.

Hal ini ditegaskan Allah Swt dalam surat Alradu ayat 28 yang artinya : "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram".

Titik pusat ketenangan dalam jiwa manusia berada di hati. Karena itulah, hati harus dibersihkan dari segala bentuk kotoran batin lewat senantiasa menghidupkannya dengan kalimat-kalimat zikir sehingga senantiasa mengingat Alllah Swt.

Dalam perspektif tasawuf, ada proses dikenal dengan 'Takholliy' (Pengosongan) yakni, mengosongan hati dari semua bentuk kemaksiatan seperti sifat sombong, iri, dengki, tamak dan sebagainya.

Setelah proses pengosongan ini dilanjutkan dengan proses 'Tahalliy' (Pengisian) lewat zikir-zikir lafaz jalalah (lafaz kemuliaan) yang semuanya bermuara kepada pengagungan Allah Swt dengan segala sifat dan zat-Nya baik secara zahir (lisan) maupun batin (hati).

Bila kedua proses ini dilakukan dengan baik yang tentunya melalui 'Riyadhoh' (latihan) terus menerus dan terpusat (khusyuk), akan mengantarkan pelakunya kepada ketenangan hati seperti telah diisyaratkan Alquran di atas.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru