Zikrullah (Mengingat Allah)
Oleh : Amirul Khair
El-Khair - Jumat, 01 November 2024 13:48 WIB
dok.analisamedan.com
Bentuk Zikir
Setidaknya zikrullah (mengingat Allah) dalam syariat perbuatan mengacu kepada 3 bentuk praktik yakni, menegkkan salat, membaca Alquran dan membaca Lafaz Jalalah.
Salat memunyai makna zikir mengingat Allah karena salat itu sendiri dilakukan sebagai bentuk mengingat Allah Swt. Hal ini seperti ditegaskan Alquran yang artinya : "Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku.(Q.S. Thoha)
Bentuk zikir selanjutnya yakni membaca Alquran sebagaimana penegasan Allah Swt dalam Alquran bahwa Alquran itu sendiri memiliki nama "Azzikru' (Pengingat). Firman-Nya : "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Azzikra (Alquran dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya". (Q.S. Surat Alhijr : 9).
Dan zikir dalam bentuk membaca Lafaz-lafaz Jalalah (Kemuliaan) dalam banyak kalimat seperti ; Alhamdulillh (Tahmid-memuji), Allahu Akbar (Takbir-membesarkan atau mengagungkan), Subhanallah (Tasbih-mensucika), Laa Ilaahaillah (Tahlil-mengesakan) dan banyak kalimat lainnya termasuk Asma Alhusna (99 nama baik Allah).
Zikrullah tidak saja memberikan efek menenangkan hati pelakunya. Lebih dari itu dan lebih dahsyat lagi zikrullah merupkan bentuk 'penghambaan' sebagai pengakuan dengan ke-Mahaesaan–Nya sehingga zikrullah itu juga bagian dari rasa syukur serta kesempurnaan bahagia seorang hamba.
Firman Allah Swt : "Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku". (Q.S. Albaqarah : 153).
Dalam ayat lainnya menyambung orang-orang yang hatinya tenang dijelaskan dengan ciri-cirinya : "Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik". (Q.S.Alradu : 29).
Dalam sebuah hadis dari Abdullah bin Busr ra, bahwa ada seorang lelaki berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam ini telah banyak bagiku, maka beritahulah kepadaku sesuatu yang bisa aku pegang selalu." Beliau menjawab, "Hendaklah lisanmu selalu basah karena berzikir kepada Allah." (Riwayat Tirmidzi).
Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
MUI Sumut Gelar Seminar Urgensi Jadwal Waktu Salat
Khataman Alquran dan Wisuda MDTA Nahara Rantaupanjang
MDTA Nurul Hijrah Denailama Lepas Tamatan Angkatan Pertama
Majelis Taklim Ummu Rahmah Gelar Salat Tasbih dan Haflah Alquran
SMPN 2 Pantailabu Gelar Khataman Alquran, Salat Tasbih dan Santuni Anak Yatim
Harapan Bersinar dari Rumah Zakat: Syiar Qur'an untuk Generasi Muda
Komentar