Ketua PWNU Sumut KH Marahalim: NU di Sumut Harus Mampu Wujudkan Impian Masyarakat
Selanjutnya ucapan terimakasih juga disampaikan kepada mudir ponpes mustafawiyah Bapak H. Mustafa Bakri beserta seluruh jajaran pimpinannya sebagai tuan rumah dalam perhelatan akbar NU Sumatera Utara, begitu juga kepada bapak Musa Rajeksyah sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara, Kapolda Irjen. Pol. Panca Putra Simanjuntak, Bupati Madina dan seluruh jajaran Pemkab Madina beserta seluruh Panitia, Rois Suriyah dan Tanfizdiyah PWNU Sumatera Utara, Alim Ulama dan PCNU seluruh Kabupaten dan Kota atas bantuan baik moril maupun materil sehingga acara Tasyakkuran 1 abad NU dan Pelantikan PWNU, DPP Kamus dan semua rangkaian acara telah berjalan dengan sangat baik sesuai rencana yang telah disusun sejak dua bulan yang lalu.
Marahalim Harahap mengatakan, ditunjuknya Ponpes Mustafawiyah sebagai tempat acara perhelatan akbar NU Sumatera Utara, adalah sesuai arahan Ketua Umum PBNU Gus Yahya karena Di Purba Baru Mandailing Natal inilah titik awal lahir NU di Sumatera Utara.
Menurut Gus Yahya, sebagaimana disampaikan pada kata sambutannya bahwa Kabupaten Mandailing Natal merupakan embrio berdirinyaNahdlatul Ulamadi Sumatera Utara, pada saat itu di Sibolga sebagai ibukota kerisidenan Tapanuli.
Tokoh pendiri NU diMadinaadalah seorang kiyai dan ulama yakni KH Mustafa Husain Nasution yang juga pendiri Pondok Pesantren Pesantren Mustafawiyah Purbabaru.
Jadi tidak berlebihan jika disebut Sumatera Utara sebagai titik nol peradaban Islam di nusantara."Madinainilah titik nol perkembangan NU di Sumut," ujar Gus Yahya.
KH. Abdul Hamid Ritonga: “Pahami Prinsip Aswaja sebagai Dasar Ke-NU-an”
Potong Enam Sapi Kurban, PWNU Sumut berbagi Kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha
PWNU Sumut Siap Berkolaborasi Program Keumatan dengan Kanwil BPN Sumut
PWNU Sumut Peringati Nuzulul Quran, Gubsu Ajak NU Bersinergi dengan Pemerintah
Ketua PWNU Sumut Ucapkan Selamat ke Bobby Nasution : Selamat Emban Amanah sebagai Gubernur