Ketua PWNU Sumut KH Marahalim: NU di Sumut Harus Mampu Wujudkan Impian Masyarakat
analisamedan.com - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara, KH Marahalim Mhum, mengatakan, keberadaan Nahdlayul Ulama (NU) di Sumut harus mampu mewujudkan impian masyarakat.
Sehingga, lanjut Marahalim, keberkahan NU dapat dirasakan masyarakat Sumut. "Semua pengurus PWNU Sumut harus mampu menyusun program kerja yang ada manfaatnya bagi masyakat," ujar Marahalim usai dilantik sebagai Ketua PWNU, Kamis (18/05/2023) di Lapangan Tanah Merah, Pondok Pesantren Mustafawiyah Purbabaru, Kabupaten Mandailing Natal.
Marahalim menyebutkan, perhelatan akbar ini dirangkai dengan sejumlah agenda diawali dari tanggal 14 Mei 2023 dengan ziarah ke makam tokoh-tokoh NU di beberapa kabupaten kota di sumatera Utara.
Kemudian seminar nasional tentang perjalanan NU di Sumatera Utara dikuti 700 orang peserta, halaqah tentang perjuangan NU di Sumatera utara diikuti 500 orang ulama dari tokoh-tokoh NU di Sumatera Utara, penguatan Aswaja diikuti 1800 orang peserta, perlombaan Mars Subbanul Wathon dan Salawat diikuti 30 group utusan dari PCNU setiap kabupaten dan kota, pelantikan PWNU dan Lembaga serta Pelantikan DPP Kamus.
Dikatakan Marahalim, perhelatan akbar NU Sumatera Utara adalah mengawali masuknya NU di abad kedua.
"Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat Sumatera Utara khususnya, dan Indonesia umumnya, bahwa NU di Sumatera Utara juga besar. Sehingga dengan kebesaran NU dapat memberikan manfaat untuk kemaslahatan umat," ujar Marahalim.
Melalui perhelatan akbar ini, ujar Marahalim, kita perkuat silaturahim baik antar sesama warga NU. Demikian juga sesama umat Islam dan semua elemen masyarakat Sumatera Utara, sehingga NU semakin kuat dan semakin besar.
"Jangan sia-siakan momentum kebesaran NU di Sumut ini untuk berkiprah dan berkahnya yang dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung" tegas Marahalim.
Hadir pada acara pelantikan PWNU Sumatera Utara masa khidmad 2022-2027, Ketua umum PBNU Gus Yahya, Menteri BUMN Eric Tohir, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeksyah, Kapolda Sumut Irjend. Pol. Putra Panca Simanjuntak, Mudir Ponpes Mustafawiyah Mustafa Bakri, sejumlah jajaran pengurus PBNU, Rois dan seluruh unsur Suriyah dan Tanfizdiyah PWNU Sumut, para Bupati, Wali Kota, serta pejabat lainnya yang disaksikan 20 ribu lebih warga NU yang hadir di lapangan Tanah Merah Ponpes Mustafawiyah Purba Baru Kabupaten Mandailing Natal, kamis 18/05/2023.
Pada kesempatan itu Marahalim menyampaikan terimakasi yang sebesar-besarnya kepada Ketum Gus Yahya dan Sekjend PBNU Syaifullah Yusuf disela-sela agenda yang sangat padat telah menyediakan waktu untuk melaksanakan prosesi pelantikan PWNU Sumut masa khidmat 2022-2023 di pondok pesantren mustafawiyah.
Selanjutnya ucapan terimakasih juga disampaikan kepada mudir ponpes mustafawiyah Bapak H. Mustafa Bakri beserta seluruh jajaran pimpinannya sebagai tuan rumah dalam perhelatan akbar NU Sumatera Utara, begitu juga kepada bapak Musa Rajeksyah sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara, Kapolda Irjen. Pol. Panca Putra Simanjuntak, Bupati Madina dan seluruh jajaran Pemkab Madina beserta seluruh Panitia, Rois Suriyah dan Tanfizdiyah PWNU Sumatera Utara, Alim Ulama dan PCNU seluruh Kabupaten dan Kota atas bantuan baik moril maupun materil sehingga acara Tasyakkuran 1 abad NU dan Pelantikan PWNU, DPP Kamus dan semua rangkaian acara telah berjalan dengan sangat baik sesuai rencana yang telah disusun sejak dua bulan yang lalu.
Marahalim Harahap mengatakan, ditunjuknya Ponpes Mustafawiyah sebagai tempat acara perhelatan akbar NU Sumatera Utara, adalah sesuai arahan Ketua Umum PBNU Gus Yahya karena Di Purba Baru Mandailing Natal inilah titik awal lahir NU di Sumatera Utara.
Menurut Gus Yahya, sebagaimana disampaikan pada kata sambutannya bahwa Kabupaten Mandailing Natal merupakan embrio berdirinyaNahdlatul Ulamadi Sumatera Utara, pada saat itu di Sibolga sebagai ibukota kerisidenan Tapanuli.
Tokoh pendiri NU diMadinaadalah seorang kiyai dan ulama yakni KH Mustafa Husain Nasution yang juga pendiri Pondok Pesantren Pesantren Mustafawiyah Purbabaru.
Jadi tidak berlebihan jika disebut Sumatera Utara sebagai titik nol peradaban Islam di nusantara."Madinainilah titik nol perkembangan NU di Sumut," ujar Gus Yahya.
KH. Abdul Hamid Ritonga: “Pahami Prinsip Aswaja sebagai Dasar Ke-NU-an”
Potong Enam Sapi Kurban, PWNU Sumut berbagi Kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha
PWNU Sumut Siap Berkolaborasi Program Keumatan dengan Kanwil BPN Sumut
PWNU Sumut Peringati Nuzulul Quran, Gubsu Ajak NU Bersinergi dengan Pemerintah
Ketua PWNU Sumut Ucapkan Selamat ke Bobby Nasution : Selamat Emban Amanah sebagai Gubernur