Waduh! Meski Kanker Sudah Berulat, Warga Sidimpuan "Dipulangkan" RS Adam Malik Hanya Berobat Jalan
analisamedan.com -Dirujuk ke Kota Medan, penderita kanker getah bening Murni Batubara (52) warga Kota Padangsidimpuan malah hanya diminta berobat jalan sebulan lagi meski sudah berulat dan bau busuk, Senin (01/04/2024).
Diketahui, Ibu dua anak Marni Batubara (52) berangkat ke Kota Medan pada Sabtu (31/03) dan tiba ke esokan harinya yang didampingi oleh petugas sentra Insyaf Kemensos menuju rumah sakit kebanggaan pemerintah ini.
Namun, dengan harapan akan dilakukan penanganan secara langsung setelah menempuh perjalanan selama 8 jam kondisi sakit yang tak tertahankan.
Malah, pada Senin (01/04) wanita paruh baya bernasib malang ini hanya disarankan berobat jalan meski kanker dilehernya sudah menganga.
Hal tersebut diketahui setelah dilakukan pengecekan di IGD, Ibu Murni tidak difasilitasi untuk rawat inap dan disarankan untuk rawat jalan.
"Minimal ada obat untuk mematikan ulat-ulatnya itu,Bang" ujar Ria anak pertama dari warga Padangsidimpuan ini.
Menanggapi hal tersebut, Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario saat dikonfirmasi media perihal kondisi itu mengungkapkan akan menindak lanjuti.
"Besok saya kabari ya. Sedang dicek ke bagian pelayanan medis, bagaimana kronologis sebenarnya" Kata Rosario.
Ditempat terpisah, yayasan Burangir yang turut mendampingi memohon agar RSUP H. Adam Malik dapat memberikan pertolongan untuk Ibu Murni dan mau memprioritaskan perawatannya.
"Sangat kasihan, sudah parah begitu tidak ada tindakan sama sekali" Tegas Juli.
Sebelumnya
Tak Punya Biaya, Ibu 2 Anak Penderita Kanker Leher Di Sidimpuan Kini Hanya Tergeletak Pasrah
Karena ketiadaan biaya untuk berobat ke Kota Medan, Murni Batubara (50) Warga Lingkungan 2, Kelurahan Panyanggar, Kecamatan PadangsidimpuanUtara, Kota Padangsidimpuan terpaksa pasrah dengan penyakit yang ia derita.
Saat tim media mendatangi rumah sangat sederhana yang ia kontrak berukuran 5x7 meter, tampak perempuan paruh baya ini tergeletak tak berdaya.
Di rumah kontrakan yang terbuat dari kayu inilah Ibu Murni Batubara menahankan rasa sakit karena kanker yang ia derita selama tiga bulan terakhir.
Sedangkan untuk penampakan kanker leher tersebut sudah dalam kondisi berarir (pecah) dan benjolan berdiameter 7 centimeter.
Selain benjolan yang sudah berarir, juga aroma tak sedap tercium langsung dikarenakan kanker yang ia derita sudah kronis.
Saat diwawancara media, Perempuan paruh baya ini hanya mampu bersuara pelan dan ngos-ngosan disebabkan benjolan dileher yang parah.
"Penyakit saya ini tiga bulan 'magodang' (benjolan), dan rasanya sakit sekali ngak bisa saya ungkapkan 'songon dia' (bagaimana) rasa sakitnya" ucap Ibu beranak dua ini dengan suara pelan dan serak.
Dan ketika ditanyai kembali, apakah sudah pernah berobat kerumah sakit, anak pertama dari wanita paruh baya ini "Ria" yang duduk disamping ibundanya membantu menjawab pertanyaan wartawan.
"Sekarang hanya bisa berobat kampung bang. Sedangkan untuk berobat kerumah sakit umum, terakhir pada 3 bulan lalu dirujuk ke Kota Medan. Dan sesampai dikota medan juga langsung disuruh pulang tunggu tiga bulan lagi. Baru ginilah membesar dan pecah leher ibuku bang" kata Ria sembari menangis terisak-isak karena melihat kondisi ibundanya.
Masyarakat Partihaman Saroha Ikuti Sosialisasi Kamtibmas
Dapur MBG di Sidimpuan Dilarang Gunakan Gas LPG 3 Kg
Kajati Sumut Lantik 6 Kajari Baru, Hartadhi Kajari Padangsidimpuan dan Amri di Tapanuli Selatan
Satukan Persepsi, Kapolsek Hutaimbaru Ajak Para Kades Perang Usir Narkoba Dari Desa
Asal Padangsidimpuan, Jemaah Kloter 12 Rawan Resti