PB PON Sumut Tak Becus, Atap Gedung Futsal Bocor Gegara Hujan Ringan, Laga Tuan Rumah vs DKI Dihentikan
Hadi Iswanto - Senin, 02 September 2024 15:54 WIB
ist
Suasana di lapangan GOR Futsal PON yang bocor akibat hujan ringan
analisamedan.com -Panitia Besar (PB) PON wilayah Sumut dinilai gagal menjalankan tugasnya menyiapkan venue yang layak untuk pertandingan. Buktinya, atap gedung olahraga (GOR) Futsal di Jalan Pancing Medan bocor hanya karena hujan ringan pada Senin (2/9/2024)
Akibatnya, laga penyisihan cabang olahraga (cabor) futsal putra antara tuan rumah Sumatera Utara (Sumut) melawan DKI Jakarta pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Aceh Sumatera Utara dihentikan.
Berdasarkan informasi, atap di atas lapangan tersebut baru direhab. Apesnya, PB PON Sumut tidak teliti sehingga atap bocor dan tak bisa digunakan untuk bertanding.
Tak hanya para atlet, warga atau suporter yang hadir kecewa dengan apa yang terjadi. "Ini menunjukkan panitia PON belum siap," ungkap Ramadhan, salah seorang warga yang sengaja hadir untuk menyaksikan tim Sumut melawan DKI.
Penonton yang sejak sebelum laga dimulai sudah berada di gedung, tampak bersorak menunjukkan kekesalan.
"Waduh, kenapa bisa begini. Padahal hujan tidak begitu deras. Kalau dipaksa bermain bisa mencelakakan atlet," ujar Andi, salah seorang suporter kepada wartawan.
Andi heran, padahal gedung tersebut baru direhab yang memakan biaya cukup besar.
Amatan wartawan, wasit dibantu oficial membawa ember hingga tong yang harusnya untuk sampah ke lapangan untuk menampung air hujan. Tampak sekali panitia tidak siap dan tidak menduga kekacauan ini bisa terjadi.
Hingga berita ini tayang, laga belum bisa digelar karena lapangan masih basah. Rembesan air hujan pun masih menetes.
Akibatnya, laga penyisihan cabang olahraga (cabor) futsal putra antara tuan rumah Sumatera Utara (Sumut) melawan DKI Jakarta pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Aceh Sumatera Utara dihentikan.
Berdasarkan informasi, atap di atas lapangan tersebut baru direhab. Apesnya, PB PON Sumut tidak teliti sehingga atap bocor dan tak bisa digunakan untuk bertanding.
Tak hanya para atlet, warga atau suporter yang hadir kecewa dengan apa yang terjadi. "Ini menunjukkan panitia PON belum siap," ungkap Ramadhan, salah seorang warga yang sengaja hadir untuk menyaksikan tim Sumut melawan DKI.
Penonton yang sejak sebelum laga dimulai sudah berada di gedung, tampak bersorak menunjukkan kekesalan.
"Waduh, kenapa bisa begini. Padahal hujan tidak begitu deras. Kalau dipaksa bermain bisa mencelakakan atlet," ujar Andi, salah seorang suporter kepada wartawan.
Andi heran, padahal gedung tersebut baru direhab yang memakan biaya cukup besar.
Amatan wartawan, wasit dibantu oficial membawa ember hingga tong yang harusnya untuk sampah ke lapangan untuk menampung air hujan. Tampak sekali panitia tidak siap dan tidak menduga kekacauan ini bisa terjadi.
Hingga berita ini tayang, laga belum bisa digelar karena lapangan masih basah. Rembesan air hujan pun masih menetes.
Editor
: Hadi Iswanto
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Buka Raker KONI, Kadispora Sumut: Sabar, Bonus Peraih Medali PON Cair Februari 2025
Syukuri Pencapaian 4 Besar PON, Pj Gubsu Apresiasi Perjuangan para Atlet
Ranking 4 PON 2024, Ketua KONI Sumut: Hasil dari Perjuangan Para Atlet
Kasus Pemukulan di PON XXI/2024, Football Institute: Wasit Tidak Penuhi Standar
Mampukah Atlet Sumut Atasi Puja dan Tharisa?
Felix Pecahkan Rekor PON, Sumut Akhirnya Kembali Raih Medali Emas Renang PON
Komentar