PKBM Cendana Wadah untuk Berdaya dari Ketidakberdayaan

El-Khair - Rabu, 12 Juni 2024 11:41 WIB
PKBM Cendana Wadah untuk Berdaya dari Ketidakberdayaan
analisamedan.com/air
Ketua PKBM Cendana Patimah

analisamedan.com - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cendana didirikan dari sebuah keinginan dan cita-cita guna memberdayakan potensi masyarakat di kawasan pesisir Kecamatan Pantailabu untuk berdaya serta bangkit dari ketidakberdayaan.

Hal itu dikatakan Ketua PKBM Cendana Patimah kepada analisamedan.com, Selasa (11/6) usai mengedukasi puluhan orang tua lanjut usia warga keaksaraan di ruang belajar PKBM Cendanan Jalan Besar Pantailabu-Lubukpakam, Desa Perkebunan Ramunia, Kecamatan Pantailabu, Kabupaten Deliserdang.

Ketika awal PKBM Cendana didirikan tahun 2006, marginalisasi terhadap masyarakat pesisir dari hampir segala akses nyaris tertutup. Pasalnya, ditemukan sangat banyak warga yang masih buta aksara terlebih kaum perempuan.

Kaum perempuan termarginal dari semua aspek. Aksesnya ditutup untuk maju dan berkembang disebabkan paradigma lama mengakar bahwa perempuan tidak perlu pendidikan tinggi yang kerjanya hanya di wilayah dapur, jemur dan kasur.

"Faktor cara berpikir turun-temurun ini yang menjadi salah satu penyebab, perempuan pesisir jadi termaginalkan," ungkap Patimah.

Selain itu, faktor ekonomi masyarakat yang rendah menyebabkan akses pendidikan menjadi terkendala. Dalih tidak mampu karena ketiadaan biaya dan anak menjadi pendukung ekonomi keluarga, masyarakat pesisir menjadi tidak berdaya.

Banyak anak pesisir tidak sekolah dan putus sekolah. Penyebabnya tetap kembali kepada cara berpikir yang menjad 'warisan' orang tua masa silam. Akibatnya, angka anak putus sekolah yang orientasinyanya pergi ke laut mencari ikan atau menjadi buruh di kandang-kandang peternakan meningkat.

"Kondisi inilah yang terjadi saat itu. Butuh inovas kreatif untuk meretas kemarginalan masyarakat pesisir untuk berdaya bangkit," papar Patimah yang juga Ketua PAUD Instute Sumatera Utara ini.

Bangkit Berdaya

Berlatar belakang dari fenomena tersebut ungkap Patimah yang hanya seorang kader di pemerintahan desa saat itu, mencoba mencari dukungan untuk menghempang kemarginalan masyarakat pesisir Pantailabu. Akhirnya, lahirlah PKBM Cendana tahun 2006 yang tetap eksis sampai sekarang.

Keberadaan PKBM Cendana diorientasikan memberdayakan masyarakat untuk bangkit dari ketidakberdayaan yang selama ini membelenggu. Para orang tua yang buta aksara dikenalkan dan diajarkan agar bisa membaca.

Mereka yang sempat putus sekolah, termasuk anak usia produktif sekolah yang terlanjur meninggalkan bagku pendidikan formal diberikan solusi lewat pendidikan kesetaraan yang ijazahnya juga diakui pemerintah sehingga bisa lanjut ke jenjang pendidikan formal termasuk negeri.

"Alhamdulillah, meski perjuangan belum berakhir dn tidak boleh berhenti pada satu titik keberhasilan dan harus terus berkarya, sedikit demi sedkit kemarginalan masyarakat pesisir Pantailabu mulai terhempang," tandas Patimah.(air)

Editor
: El-Khair
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru