Wisuda 417 Sarjana UM-TAPSEL, Pj Walikota Rekrut Wisudawan Terbaik Jadi Staf Khusus
Amir Hamzah Harahap - Selasa, 05 November 2024 17:48 WIB
analisamedan.com -Rektor Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Muhammad Darwis, M.Pd mewisuda sebanyak 417 sarjana pada acara Wisuda ke 63 di Aula UM-Tapsel, Senin (04/11/2024).
Dalam pidatonya Darwis menyampaikan bahwa wisuda merupakan momen sakral dan sebuah puncak kesuksesan bagi mahasiswa sebab segala hambatan dan suka duka selama perkuliahan terbayarkan dengan berpindahnya tali toga ke arah kanan.
Akan tetapi bukan berarti proses belajar berhenti ketika sudah diwisuda sebab hakikatnya manusia adalah mahluk pembelajar yang tidak mengenal kata "berhenti" dalam menuntut ilmu.
Maka para sarjana yang baru diwisuda harus terus belajar, meningkatkan keterampilan serta mengembangkan jejaring dan tetap tetap jaga nama baik almamater.
Di sisi lain, mantan Dekan FKIP UM Tapsel ini juga melaporkan perkembangan kampus yang dipimpinnya berkaitan dengan peningkatan mutu lulusan sesuai dengan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yaitu pertukaran mahasiswa, kampus mengajar, magang studi independen bersertifikat, kuliah kerja nyata dalam dan luar negeri serta praktisi masuk kampus.
"Selain itu UM-Tapsel juga banyak memperoleh berbagai hibah yang diselenggarakan oleh kementrian diantaranya Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang diperoleh Prodi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Bahasa Inggris, Akselerasi Kurikulum diperoleh Program studi Administrasi Publik dan Peternakan, Revitalisasi LPTK oleh Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Hibah Penelitian dan Pengabdian sebanyak tujuh penelitian dan dua Pengabdian", ujarnya.
Pj Walikota Padangsidimpuan, Timur Tumanggor, S.Sos, M.AP dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan UM-Tapsel.
Ia berharap para alumni dapat menjadi sosok yang berkontribusi bagi masyarakat dan membawa perubahan yang positif bagi daerah dan Negara serta tidak melupakan pengabdian kepada orang tua karena menurutnya tiidak ada anak yang sukses tanpa restu orang tua.
Timur juga memberi pesan agar wisudawan berani menghadapi masa depan.
"Jangan takut untuk bermimpi dan mengambil resiko. Jika kita hanya berada pada zona nyaman, maka kita tidak akan tumbuh dan berkembang. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha dan berdoa dengan sungguh-sungguh" tegasnya.
Kepada wisudawan peraih IPK tertinggi (4,00. red) atas nama Nurhasana Prodi Pendidikan Fisika FKIP Timur menawarkan menjadi staff khusus di Dinas Pendidikan Kota Padangsidempuan.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah I, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, MA, Ph.D. menyampaikan hal yang senada bahwa menjadi sarjana itu adalah sebuah komitmen mengabdikan ilmu yang didapat dari kampus UM-Tapsel ini dimanapun kalian berada, sebab sekecil apapun pekerjaan itu selama bisa mengabdi adalah yang terbaik.
Loyal kepada atasan, membangun silaturahmi dan hormati orangtua merupakan kunci kesuksesan.
Selain itu beliau juga menyampaikan tantangan perguruan tinggi saat ini sangat berat, adanya perubahan global dan paradigma orientasi pendidikan tinggi yaitu riset dan inovasi, dosen asisten ahli boleh mengajar 8-10 sks per semester, untuk lektor kepala dan guru besar cukup 3 atau 4 sks tetapi harus meneliti serta melakukan inovasi, Di Januari nanti akan perubahan paradigm kinerja dosen untuk lektor dan guru besar.
Sedangkan pengembangan MBKM masih tetap berjalan mahasiswa dan dosen berkegiatan di luar kampus namun nanti akan dibuat skema dengan perjanjian kerja.
Beliau juga mengingatkan agar dalam pelaporan data mahasiswa harus sinkroni antara nama di KTP, Absensi dan Ijazah SMA agar tidak sulit untuk mendapatkan pin ijazah nantinya.
Turut hadir dalam acara wisuda kali ini dari Pemkab Tapanuli Selatan, Pemko Padangsidempuan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Badan Pembina Harian UM Tapsel, orang tua wisudawan beserta undangan lainnya.
Dalam pidatonya Darwis menyampaikan bahwa wisuda merupakan momen sakral dan sebuah puncak kesuksesan bagi mahasiswa sebab segala hambatan dan suka duka selama perkuliahan terbayarkan dengan berpindahnya tali toga ke arah kanan.
Akan tetapi bukan berarti proses belajar berhenti ketika sudah diwisuda sebab hakikatnya manusia adalah mahluk pembelajar yang tidak mengenal kata "berhenti" dalam menuntut ilmu.
Maka para sarjana yang baru diwisuda harus terus belajar, meningkatkan keterampilan serta mengembangkan jejaring dan tetap tetap jaga nama baik almamater.
Di sisi lain, mantan Dekan FKIP UM Tapsel ini juga melaporkan perkembangan kampus yang dipimpinnya berkaitan dengan peningkatan mutu lulusan sesuai dengan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yaitu pertukaran mahasiswa, kampus mengajar, magang studi independen bersertifikat, kuliah kerja nyata dalam dan luar negeri serta praktisi masuk kampus.
"Selain itu UM-Tapsel juga banyak memperoleh berbagai hibah yang diselenggarakan oleh kementrian diantaranya Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang diperoleh Prodi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Bahasa Inggris, Akselerasi Kurikulum diperoleh Program studi Administrasi Publik dan Peternakan, Revitalisasi LPTK oleh Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Hibah Penelitian dan Pengabdian sebanyak tujuh penelitian dan dua Pengabdian", ujarnya.
Pj Walikota Padangsidimpuan, Timur Tumanggor, S.Sos, M.AP dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan UM-Tapsel.
Ia berharap para alumni dapat menjadi sosok yang berkontribusi bagi masyarakat dan membawa perubahan yang positif bagi daerah dan Negara serta tidak melupakan pengabdian kepada orang tua karena menurutnya tiidak ada anak yang sukses tanpa restu orang tua.
Timur juga memberi pesan agar wisudawan berani menghadapi masa depan.
"Jangan takut untuk bermimpi dan mengambil resiko. Jika kita hanya berada pada zona nyaman, maka kita tidak akan tumbuh dan berkembang. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha dan berdoa dengan sungguh-sungguh" tegasnya.
Kepada wisudawan peraih IPK tertinggi (4,00. red) atas nama Nurhasana Prodi Pendidikan Fisika FKIP Timur menawarkan menjadi staff khusus di Dinas Pendidikan Kota Padangsidempuan.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah I, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, MA, Ph.D. menyampaikan hal yang senada bahwa menjadi sarjana itu adalah sebuah komitmen mengabdikan ilmu yang didapat dari kampus UM-Tapsel ini dimanapun kalian berada, sebab sekecil apapun pekerjaan itu selama bisa mengabdi adalah yang terbaik.
Loyal kepada atasan, membangun silaturahmi dan hormati orangtua merupakan kunci kesuksesan.
Selain itu beliau juga menyampaikan tantangan perguruan tinggi saat ini sangat berat, adanya perubahan global dan paradigma orientasi pendidikan tinggi yaitu riset dan inovasi, dosen asisten ahli boleh mengajar 8-10 sks per semester, untuk lektor kepala dan guru besar cukup 3 atau 4 sks tetapi harus meneliti serta melakukan inovasi, Di Januari nanti akan perubahan paradigm kinerja dosen untuk lektor dan guru besar.
Sedangkan pengembangan MBKM masih tetap berjalan mahasiswa dan dosen berkegiatan di luar kampus namun nanti akan dibuat skema dengan perjanjian kerja.
Beliau juga mengingatkan agar dalam pelaporan data mahasiswa harus sinkroni antara nama di KTP, Absensi dan Ijazah SMA agar tidak sulit untuk mendapatkan pin ijazah nantinya.
Turut hadir dalam acara wisuda kali ini dari Pemkab Tapanuli Selatan, Pemko Padangsidempuan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Badan Pembina Harian UM Tapsel, orang tua wisudawan beserta undangan lainnya.
Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Masyarakat Partihaman Saroha Ikuti Sosialisasi Kamtibmas
Dapur MBG di Sidimpuan Dilarang Gunakan Gas LPG 3 Kg
Kajati Sumut Lantik 6 Kajari Baru, Hartadhi Kajari Padangsidimpuan dan Amri di Tapanuli Selatan
Satukan Persepsi, Kapolsek Hutaimbaru Ajak Para Kades Perang Usir Narkoba Dari Desa
Asal Padangsidimpuan, Jemaah Kloter 12 Rawan Resti
Nekat Jambret Kakek Yang Hendak Sholat Subuh ke Masjid, Warga Sidimpuan Ini Akhirnya Gol
Komentar