Menanti ‘Endusan’ dan ‘Tandukan’ Banteng di Pilkada Deliserdang
Oleh : El-Khair
El-Khair - Minggu, 14 Juli 2024 23:15 WIB
analisamedan.com/el-khair
PARTAI PETARUNG : PDIP merupakan partai petarung yang diprediksi akan menjadi oposisi termasuk dalam pilkada Deliserdang
Selanjutnya pada Pilkada Deliserdang 2014-2019 yang diikuti 11 pasangan calon bupati dan wakil bupati termasuk 3 di antaranya pasangan dari lajur perseorangan, partai petarung ini kembali mencalonkan Timbangen Ginting-Parningotan Simbolon dan kembali kalah dari pasangan Ashari Tambunan-Zainuddin Mars.
Namun pada pilkada Deliserdang 2019-2024, PDIP tak kuasa untuk ikut 'bersyubhat' dengan partai lain yang turut mengusung calon petahana saat itu Ashari Tambunan berpasangan dengan Muhammad Ali Yusuf Siregar sehingga terjadi kontestasi melawan kotak kosong.
Jiwa sebagai partai petarung sepertinya akan kembali berkobar di PDIP pada pilkada Deliserdang 27 Nopember 2024 mendatang. Efek politik pilpres 14 Pebruari 2024 kemarin, sepertinya masih membekas dan menular ke daerah termasuk pada perhelatan pilkada di Kabupaten Deliserdang.
Saat ini, PDIP Deliserdang belum punya kader mumpuni sebagai calon kuat. Ini terbukti tidak satu pun kader PDIP yang maju mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati. Dari penjaringan dan pendaftaran yang telah dilaksanakan, kader PDIP hanya berani mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati.
Namun diprediksi PDIP Deliserdang akan tetap menjaga gengsi sebagai 1 dari 4 partai pemilik 7 kursi bersama partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Golongan Karya (Golkar) dan Nasional Demokrat (Nasdem).
'Benteng' Kotak Kosong
Pilkada Deliserdang 'dihantui' isu dan gerakan untuk menciptakan kembali pilkada kotak kosong jilid II seperti tahun 2019-2024. Gerakan kotak kosong jilid II memang seperti sedang diupayakan pihak-pihak lingkaran 'pecandu' dinasti guna mempertahankan dominasi kekuasaan.
Meski banyak pihak meragukan pilkada kosong jilid II bakal terjadi, namun kemungkinan politik tetap saja terbuka bahkan sangat lebar bila komunikasi yang terbangun efektif untuk merayu dan menggoyahkan iman politik pemilik serta penentu kebijakan parpol di tingkat pusat.
Salah satu alasan mustahilnya pilkada kotak kosong jilid II bakal terjadi sangat ditentukan PDIP. Partai banteng ini menjadi 'benteng' yang akan menghalangi terjadinya pilkada kotak kosong jilid II. Selain keberadaan dengan 7 kursi di legislatif, lewat hanya 'meggoda' partai lain pemilik 3 kursi untuk berkoalisi, maka pilkada melawan kotak kosong dipastikan tidak terjadi.
Editor
: El-Khair
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar