Dewan Kehormatan Provinsi PWI Sumut Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Penguatan Etika Profesi, Pj Gubsu : Wartawan Garda Terdepan Sampaikan Informasi yang Benar
analisamedan.com - Wartawan merupakan garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang juga akurat kepada masyarakat. Oleh karenanya, dalam melakukan tugas jurnalistiknya, diharapkan harus benar-benar dapat menjalankan norma-norma profesi secara profesional sesuai amanah yang diatur undang-undang.
"Apalagi, menjelang pemilu 2024, wartawan diharapkan memberikan informasi yang baik, menghindari penyebarluasan informasi hoax, fake news ataupun propaganda yang dapat menimbulkan keresahan dan berpotensi memecah belah masyarakat," kata Penjabat Gubernur Sumatera Utara Hasanuddin dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten Adminitrasi Umum Ir Lies Handayani Siregar M.MA, saat membuka Pelatihan Jurnalistik, Penguatan Etika Profesi Mewujudkan Jurnalisme Berkualitas, digelar Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, Senin (11/12/2023) di Hotel Inna Medan.
Pada Kesempatan itu Penjabat Gubsu mengajak mengajak PWI untuk bersama-sama meningkatkan indeks kemerdekaan pers (IKP) di Sumatera Utara.
Karena, lanjut Penjabat Gubsu, berdasarkan hasil survey Dewan Pers IKP 2022 Provinsi Sumatera Utara memiliki nilai 75,92 atau masuk kategori 'cukup bebas'. "Angka ini meningkat 0,42 poin dibanding IKP tahun 2021," katanya.
Angka itu belum memuaskan, karena Sumut masih di bawah angka nasional dan bertengger di urutan 28 dari 34 provinsi di Indonesia. "Untuk itu, mari bersama kita tingkatkan Indeks Kemerdekaan Pers Sumatera Utara, karena ini merupakan wujud kedaulatan rakyat berdasarkan prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hukum" kata Hasanuddin.
PLt Gubsu berharap, pelatihan ini dapat menambah pemahaman dan wawasan wartawan terhadap regulasi dan aturan serta norma-norma profesi jurnalistik.
Sebelumnya Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Sasongko Tedjo dalam kesempatan itu mengajak agar wartawan khususnya anggota PWI agar disiplin dalam menaati kode etik jurnalistik (KEJ) sebagai wujud sikap professional jurnalisme berkualitas.
"Ketaatan pada KEJ sekaligus sebagai wujud kesadaran profesional wartawan bahwa ada kaidah-kaidah dan standar yang harus dipenuhi dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistik," kata Sasongko.
Diungkapkan Sasongko, hasil survey menyabutkan 44,2 persen masyarakat menjadikan media sosial sebagai sumber berita. "Angka ini mendekati 50 persen, dalam artian suatu saat media massa akan ditinggalkan," ujarnya.
Di tengah persaingan inilah, Sasongko mengajak para wartawan untuk menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas. Berita berkualitas itulah yang menjadi keunggulan kompetitif produk pers dalam menghadapi persaingan di tengah berseliwerannya berjuta informasi digital non pers yang membanjiri jagat maya.
Pada kesempatan itu Sasongko juga menyampaikan apresiasi DKP PWI Sumut sebagai Dewan Kehormatan pertama yang menggelar acara penguatan etika profesi wartawan. "Patut diapresiasi kepada Ketua DKP Sumut di bawah kepemimpinan M Syahrir yang menggelar acara ini," kata Sasongko.
Sebelumnya, Ketua DKP PWI Sumut Drs Muhammad Syahrir MIKom melaporkan kegiatan pelatihan jurnalistik berkolaborasi dengan PWI Sumut ini mengusung tema penguatan etika profesi mewujudkan jurnalistik berkualitas diikuti 100 peserta dari pengurus PWI Sumut, mahasiswa dan unsur intelektual perguruan tinggi.
Dikatakan Syahrir, selain peningkatan kualitas, katanya, PWI Sumut melalui DKP selaku punggawa etik para anggotanya, berkewajiban
mensosialisasikan sekaligus memberi pemahaman terhadap regulasi dan aturan di PWI melalui Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Kode Prilaku Wartawan (KPW) serta Peraturan Dasar-Peraturan Rumah Tangga (PD-PRT) PWI yang baru disahkan dalam Kongres PWI Bandung tahun 2023.
Sementara Ketua PWI Sumut H Farianda Putra Sinik SE menyambut baik kegiatan pelatihan ini.
Menurut Farianda, kegiatan pelatihan ini sejalan dengan program PWI Sumut yang mengedepankan peningkatan profesioanalisme wartawan. "Dari 10 program kerja PWI Sumut, delapan diantaranya adalah peningkatan profesioanlisme dan pendidikan anggota PWI," ujar Farianda.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber yang berkompeten yakni, Ketua DK PWI Pusat Sasongko Tedjo, Ketua Komisi Pendidikan Pelatihan dan Pengembangan Profesi Dewan Pers, Paulus Tri Agung, Pengurus DKP PWI Sumut, Soffyan Harahap, dan War Djamil.
Rumah Zakat Siapkan Pelatihan Sablon Modern di Desa Suka Maju, Bidik Lahirkan Wirausaha Baru
PWI - Kejatisu Kolaborasi Gelar UKW Lahirkan Wartawan Kompeten
PT Musim Mas Hibahkan Smart Class ke UIN Sumut, Rektor : Akan Lahir Generasi Berkualitas dan Unggul
Tiga Wartawan PWI Sumut Ikuti Retret Bela Negara Kemhan RI
Juarai Pertandingan Domino Sambut HPN 2026, PWI Sumut Prioritaskan Pemenang Berlaga di Porwanas Lombok