KH. Abdul Hamid Ritonga: “Pahami Prinsip Aswaja sebagai Dasar Ke-NU-an”
Kajian keislaman perdana ini diisi oleh Wakil Rais Syuriah PWNU Sumut, Dr. KH. Abdul Hamid Ritonga, dengan moderator Dr. Syawaluddin Nasution, M.Ag. Dalam pemaparannya, KH. Abdul Hamid mengkaji materi tauhid dengan merujuk pada kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah karya Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari, yang membahas identitas ideologis umat Islam Nusantara yang bermazhab Ahlussunnah wal Jamaah.
Pada bagian pengantar, KH. Abdul Hamid mengutip pernyataan KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) bahwa dari sekian banyak karya KH. Hasyim Asy'ari, terdapat dua kitab yang sangat menonjol, yakni Risalah Ahlussunnah wal Jamaah dan Adabul 'Alim wal Muta'allim. Ia menegaskan pentingnya warga NU kembali membaca dan mengkaji karya pendiri jam'iyahnya.
"Kita berkata pengikut Hasyim Asy'ari, tetapi meninggalkan guru kita dan karya-karyanya. Malu kita sebagai orang Nahdlatul Ulama jika tidak membaca kitab-kitab Hasyim Asy'ari," tegasnya.
Lebih lanjut, KH. Abdul Hamid menjelaskan bahwa Aswaja merupakan kesatuan antara tauhid, fikih, dan tasawuf. Umat Islam Nusantara sejak dahulu telah bersepakat dalam fikih mengikuti mazhab Syafi'i, dalam tauhid mengikuti Abu Hasan al-Asy'ari dan Abu Mansur al-Maturidi, serta dalam tasawuf mengikuti para imam seperti al-Ghazali dan Abu Hasan asy-Syadzili. Inilah fondasi keagamaan yang membentuk karakter Islam Nusantara.
IRMALA Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan Zikir dan Doa
KA Putri Deli Angkut 541 Ribu Penumpang Hingga Mei 2026, Kuasai 47 Persen Pasar Kereta Api di Sumatera Utara
Mahasiswa Binus Kunjungi Pelindo Belawan, Pelajari Peran Pelabuhan dalam Perdagangan Global
KAI Divre I Sumut Layani 235 Ribu Penumpang Selama Mei 2026, Naik 5 Persen
Azkiya, Atlet Muda Peraih Puluhan Medali Emas Terima Penghargaan Dari Kades Pudun Jae Rizki Ibrahim