KH. Abdul Hamid Ritonga: “Pahami Prinsip Aswaja sebagai Dasar Ke-NU-an”
Kajian keislaman perdana ini diisi oleh Wakil Rais Syuriah PWNU Sumut, Dr. KH. Abdul Hamid Ritonga, dengan moderator Dr. Syawaluddin Nasution, M.Ag. Dalam pemaparannya, KH. Abdul Hamid mengkaji materi tauhid dengan merujuk pada kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah karya Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari, yang membahas identitas ideologis umat Islam Nusantara yang bermazhab Ahlussunnah wal Jamaah.
Pada bagian pengantar, KH. Abdul Hamid mengutip pernyataan KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) bahwa dari sekian banyak karya KH. Hasyim Asy'ari, terdapat dua kitab yang sangat menonjol, yakni Risalah Ahlussunnah wal Jamaah dan Adabul 'Alim wal Muta'allim. Ia menegaskan pentingnya warga NU kembali membaca dan mengkaji karya pendiri jam'iyahnya.
"Kita berkata pengikut Hasyim Asy'ari, tetapi meninggalkan guru kita dan karya-karyanya. Malu kita sebagai orang Nahdlatul Ulama jika tidak membaca kitab-kitab Hasyim Asy'ari," tegasnya.
Lebih lanjut, KH. Abdul Hamid menjelaskan bahwa Aswaja merupakan kesatuan antara tauhid, fikih, dan tasawuf. Umat Islam Nusantara sejak dahulu telah bersepakat dalam fikih mengikuti mazhab Syafi'i, dalam tauhid mengikuti Abu Hasan al-Asy'ari dan Abu Mansur al-Maturidi, serta dalam tasawuf mengikuti para imam seperti al-Ghazali dan Abu Hasan asy-Syadzili. Inilah fondasi keagamaan yang membentuk karakter Islam Nusantara.
Delapan Wajah Menuju Tambakeras : Membaca Peta Kekuatan Calon Ketua Umum PBNU
Ini Alasan KH Bahauddin Mundur dari Rois PWNU Sumut, Posisi Diisi KH Abdul Hamid Ritonga
Rois PWNU Sumut Diganti, Ini Sosok Penggantinya
Polrestabes Medan Tetapkan Dua Perempuan Tersangka Kasus Dugaan Penghasutan Bunuh Diri di Apartemen Sky View
Volume Penumpang Kereta Api di Deli Serdang Melonjak, Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah