KH. Abdul Hamid Ritonga: “Pahami Prinsip Aswaja sebagai Dasar Ke-NU-an”
Ia juga menegaskan bahwa Aswaja bukan sekadar identitas, tetapi manhaj keilmuan yang menjunjung tradisi ulama, cinta kepada Ahlul Bait, para wali, dan orang-orang saleh, serta mengamalkan tradisi seperti ziarah kubur, tawassul, sedekah untuk mayit, dan meyakini syafaat. Menurutnya, tradisi ini berlandaskan dalil dan telah menjadi praktik mayoritas umat Islam sejak lama.
KH. Abdul Hamid turut mengingatkan munculnya kelompok-kelompok yang sejak awal abad ke-14 Hijriah menentang amaliah Aswaja dan mengharamkan praktik yang telah disepakati umat. Karena itu, ia berpesan agar warga NU memahami prinsip Aswaja secara mendalam agar tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang menyimpang.
Kajian kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman peserta.
IRMALA Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan Zikir dan Doa
KA Putri Deli Angkut 541 Ribu Penumpang Hingga Mei 2026, Kuasai 47 Persen Pasar Kereta Api di Sumatera Utara
Mahasiswa Binus Kunjungi Pelindo Belawan, Pelajari Peran Pelabuhan dalam Perdagangan Global
KAI Divre I Sumut Layani 235 Ribu Penumpang Selama Mei 2026, Naik 5 Persen
Azkiya, Atlet Muda Peraih Puluhan Medali Emas Terima Penghargaan Dari Kades Pudun Jae Rizki Ibrahim