Komisi IV DPRD Medan Marah, Perusahaan Diduga Timbun Paluh di Belawan Mangkir
analisamedan.com - Anggota Komisi IV DPRD Medan geram dengan menajemen PT STTC yang mangkir rapat. Rapat tersebut terkait PT STTC yang diduga menimbun paluh atau anak sungai di kawasan Belawan.
"Kita sangat sayangkan ketidakhadiran PT. STTC. Padahal, kehadiran mereka penting untuk memberikan klarifikasi langsung atas dugaan penimbunan paluh yang berdampak terhadap sistem drainase dan potensi banjir di Belawan," ujar Zulham di Kantor DPRD Kota Medan, Senin (19/5/2025).
Terkait klaim tanah tersebut milik PT. STTC, menurut Zulham, harusnya bisa disampaikan dalam rapat sehingga bisa terang benderang.
"Soal klaim tanah, itu sah-sah saja. Kalau mereka memiliki itu, sebaiknya bisa hadir di rapat dan menunjukan bukti tersebut, sehingga permasalahan yang selama ini menjadi kegaduhan masyarakat bisa dicari akar dan penyelesaiannya," ungkapnya.
Zulham juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Balai Wilayah Sungai Sumatera (BBWS) I. Menurutnya, BBWS I tidak menunjukkan pengawasan maksimal terhadap pengelolaan sungai di wilayah Kota Medan, khususnya di kawasan pesisir.
"Sebagai pihak yang memiliki otoritas pengelolaan sungai, seharusnya BBWS lebih proaktif. Fakta ada penimbunan di aliran sungai dan tidak ada tindakan nyata, menunjukkan lemahnya kontrol mereka," katanya.
Komisi IV DPRD Kota Medan, kata Zulham, akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas, termasuk menandatangi kembali pihak PT. STTC dan BWSS I untuk memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban. "Kami tidak akan tinggal diam. Ini menyangkut lingkungan hidup serta keselamatan warga Belawan," katanya.
Proses Pergantian Pimpinan DPRD Medan Sesuai Aturan
Sri Rezeki Catatkan Sejarah Perempuan yang Isi Kursi Pimpinan DPRD Medan
Fraksi Nasdem Tolak Kegiatan Sosialisasi Wasbang oleh Anggota Dewan
Komisi IV DPRD Medan Rekomendasikan Penindakan Bangunan Tanpa Izin
Dorong UMKM Medan Naik Kelas, Sri Rezeki Tekankan Pentingnya Kolaborasi Strategis dan Penguatan Koperasi