MUI Medan dan Yayasan CLS Perkuat Sinergi Ecoteologi untuk Atasi Krisis Sampah
Gustan Pasaribu - Jumat, 01 Mei 2026 07:48 WIB
dokumenanalisamedan.com
Komitmen membangun peradaban global berbasis ecoteologi dan pelestarian sumber daya alam mengemuka dalam pertemuan antara Yayasan Cakrawala Lestari Sumatera dan Majelis Ulama Indonesia Kota Medan, Kamis (30/4/2026.
analisamedan.com -Komitmen membangun peradaban global berbasis ecoteologi dan pelestarian sumber daya alam mengemuka dalam pertemuan antara Yayasan Cakrawala Lestari Sumatera dan Majelis Ulama Indonesia Kota Medan, Kamis (30/4/2026. Pertemuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menjawab persoalan lingkungan, khususnya krisis sampah di Kota Medan.
Ketua Yayasan CLS, Dr. H. Jamiluddin Marpaung, M.A., menjelaskan bahwa lahirnya CLS berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan akibat rendahnya kesadaran masyarakat.
"Banyak jalan dan lorong di Sumatera Utara dipenuhi sampah akibat ketidakpedulian dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang kebersihan. Berdasarkan penelitian teologi lingkungan yang kami lakukan di 21 kecamatan di Medan, produksi sampah mencapai sekitar 2 ton per hari, namun hanya sekitar 100 kilogram yang dapat diolah menjadi bahan bakar. Ini menunjukkan lemahnya pengelolaan sekaligus minimnya kesadaran kolektif," ujarnya.
Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
EcoteologiKota MedanMUI MedanMajelis Ulama IndonesiasampahYayasan CLSYayasan Cakrawala Lestari Sumatera
Berita Terkait
Pelindo Multi Terminal Edukasi Program Rumah Kelola Sampah kepada Mahasiswa
Pelaksanaan MTQ Harus Jadi Gerakan Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
Susunan Pengurus MUI Kota Medan Priode 2026-2031
Pengurus MUI Kota Medan Periode 2026-2031 Dikukuhkan, Ini Pesan Ketua Umum
Ketua Umum MUI Medan Sampaikan Pesan Kedamaian dan Jaga Kondusivitas
DPRD MedanSampaikanTanggapan Walikota atas Perubahan Perda Sistem Kesehatan
Komentar