MUI Medan dan Yayasan CLS Perkuat Sinergi Ecoteologi untuk Atasi Krisis Sampah
Ia menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga moral dan spiritual. Karena itu, pendekatan ecoteologi menjadi penting untuk membangun kesadaran berbasis nilai keagamaan.
"Dalam perspektif keagamaan, membuang sampah sembarangan dan merusak lingkungan adalah perbuatan tidak terpuji, bahkan dapat bernilai dosa. Maka kami mengajak MUI untuk menjalin kemitraan strategis dalam kegiatan sosial dan edukasi agar masyarakat memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr. H. Hasan Matsum, M.Ag., menyambut baik gagasan tersebut dan menilai pendekatan ecoteologi sejalan dengan peran ulama dalam membimbing umat, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga kehidupan sosial dan lingkungan.
"Kami mengapresiasi gagasan dari Yayasan CLS, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan pelestarian lingkungan. Pemerintah Kota Medan pada prinsipnya sangat mendukung program-program MUI yang menyentuh kepentingan umat. Sinergi ini bahkan telah terjalin sejak masa Wali Kota Bobby Nasution dan berlanjut hingga saat ini," ujarnya.
Polusi Udara Akibat Karhutla Landa Medan, Yayasan CLS Desak Penanganan Serius
Yayasan Cakrawala Lestari Sumatera Ucapkan Selamat Milad ke-60 MW KAHMI
Pengurus BKM Masjid Al Badar/Al Badar Center Periode 2026-2031 Dikukuhkan
Ketua DPRD Kota Medan Ajak Optimalkan Fungsi Alat Kelengkapan Dewan
Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS Sampaikan Catatan Penting