Wamen Kemenhaj RI : Oleh-oleh Terbaik Ibadah Haji Adalah Haji Mabrur

Sugiatmo - Senin, 22 Juni 2026 06:44 WIB
Wamen Kemenhaj RI : Oleh-oleh Terbaik Ibadah Haji Adalah Haji Mabrur
analisamedan.com/dok
Wamen Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Aula 1 Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Sabtu (20/6/2026).

analisamedan.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa oleh-oleh paling berharga yang dibawa pulang jemaah haji dari Tanah Suci sesungguhnya bukanlah kurma, cokelat, maupun sajadah karena buah tangan itu dapat diberikan kapan saja.

"Bahwa sesungguhnya oleh-oleh terbaik lagi termulia dari ibadah haji adalah predikat haji mabrur yang tercermin dengan peningkatan kualitas ibadah, akhlak, serta kepedulian sosial para Dhuyufurrahman setelah kembali ke Tanah Air," kata Dahnil Anzar Simanjuntak di Aula 1 Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Sabtu (20/6/2026).

Dahnil menyampaikan itu ketika memberikan sambutan kedatangan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 16 Debarkasi Medan juga menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan selamat setelah melaksanakan seluruh rangkaian Rukun Islam kelima di Haramain yakni Makkah dan Madinah.

Jadi, sebut Simanjuntak buah tangan terbaik dari ibadah haji itu adalah mabrur yang harus tetap dijaga sepanjang hayat. Sedangkan berbagai buah tangan yang dibawa dari Arab Saudi pada akhirnya akan habis.

"Kurma akan habis, cokelat akan habis, sajadah akan usang. Namun ada satu oleh-oleh yang tidak akan pernah habis, yaitu haji yang mabrur dan hajah yang mabrurah. Mudah-mudahan setelah pulang ke rumah, salat semakin baik, sedekah semakin banyak, dan akhlak semakin mulia," ujar Wamen Kemenhaj RI.

Di hadapan para jemaah, Dahnil menyampaikan harapan dari Presiden Prabowo Subianto serta Kementerian Haji dan umrah, Dahnil turut mendoakan seluruh jemaah agar memperoleh predikat haji mabrur dan hajah mabrurah serta senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Dahnil juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah apabila selama penyelenggaraan ibadah haji masih terdapat pelayanan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan.

Menurutnya, berbagai masukan dari jemaah akan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji pada masa mendatang.

"Kami mohon maaf apabila masih ada pelayanan yang kurang berkenan. Berbagai masukan dan evaluasi dari jemaah akan menjadi perhatian kami agar penyelenggaraan haji ke depan semakin baik dan semakin memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah," katanya.

Pada bagian lain sambutannya, Dahnil juga menegaskan pentingnya mengurangi kegiatan seremonial yang berlebihan dalam penyambutan jemaah haji. Menurutnya, para jemaah yang baru tiba di Tanah Air lebih membutuhkan waktu untuk segera berkumpul bersama keluarga setelah menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kekompakan selama menjalankan tugas pelayanan haji, Wakil Menteri Haji dan Umrah menyematkan selempang penghargaan kepada Ketua Kloter 16, Alfian Baharuddin, dan Dokter Kloter, Nurudz Dzakiyah Nasution. Apresiasi tersebut diberikan kepada seluruh petugas dan jemaah Kloter 16 yang telah menjaga kebersamaan serta kekompakan selama menjalankan ibadah haji hingga kembali ke Tanah Air. (suhery)

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru