Agincourt Resources Lepas 1.000 Tukik di Pantai Barat Muara Opu Tapanuli Selatan

Dukung Keanekaragaman Hayati Laut
Sugiatmo - Selasa, 09 Januari 2024 06:17 WIB
Agincourt Resources Lepas 1.000 Tukik di Pantai Barat Muara Opu Tapanuli Selatan
analisamedan/Dok: PTAR
LEPAS: Bersama masyarakat dan pecinta lingkungan, PT Agincourt Resources melepas tukik di Pantai Barat Muara Opu, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, pada Minggu (7/1/2024).

Perlindungan penyu adalah salah satu prioritas kami saat ini karena secara ekologis penyu sangat bermanfaat bagi keseimbangan alam dan kehidupan manusia, dalam hal ini penyu bisa dikatakan sebagai dokter laut. Dengan banyaknya keberadaan penyu di laut, maka akan sehatlah habitat laut karena penyu dapat menjaga keseimbangan mata rantai ekosistem terumbu karang dan amat vital bagi ketersediaan ikan laut.

"Oleh karena itu, ke depan kami berencana mendukung kegiatan konservasi penyu di Pantai Barat
Muara Opu," ujar Wira.

Aktivis Lembaga Ovata Indonesia, Erwinsyah Siregar, mengapresiasi komitmen PTAR dalam melestarikan ekosistem pesisir dan ekosistem laut, utamanya penyu yang masuk dalam kategori fauna dilindungi serta masuk ke dalam daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature)
dan Appendix I CITES yang berarti keberadaannya terancam punah.

Selain ancaman dari hewan predator dan perburuan oleh manusia, siklus kawin penyu yang lambat juga menjadi tantangan dalam upaya konservasi reptil purba ini. Penyu baru bisa kawin dan bertelur saat memasuki usia 20-30 tahun.

"PTAR telah menjadi agen terdepan dalam upaya konservasi penyu dan ke depan dapat mendukung Pantai Muara Opu menjadi salah satu pusat penangkaran penyu di Sumatra Utara," kata Erwinsyah.

Pantai Barat Muara Opu merupakan pantai peneluran penyu Samudera Hindia karena lima dari enam jenis penyu di Indonesia berada di lokasi tersebut, yakni Penyu belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu hijau (Chelonia mydas), Penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan Penyu tempayan (Caretta caretta).

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru