FORMASSU Pertanyakan Pernyataan Wali Kota Medan Soal Solusi Banjir
Ariffani juga menekankan pentingnya pembentukan tim terpadu baru bila tim sebelumnya dianggap tidak relevan. Ia menyarankan agar tim penanganan banjir ke depan melibatkan partisipasi masyarakat sebagai subjek, bukan sekadar objek kebijakan.
"Libatkan organisasi pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga LSM agar ada rasa memiliki dalam upaya penanggulangan banjir."
Poin kedua yang ditekankan FORMASSU adalah perlunya perubahan pola penanganan banjir yang dinilai tidak efektif. Menurut Ariffani, Pemko Medan harus meninggalkan metode lama yang terbukti tidak menyelesaikan persoalan. FORMASSU menawarkan solusi berupa percepatan pembebasan lahan untuk dijadikan area resapan air.
"Katanya Pemko Medan sedang menegosiasi lahan untuk area resapan. Ini harus diprioritaskan," katanya.
Untuk jangka pendek pada periode September–Desember, FORMASSU menilai perlu adanya revitalisasi dan penambahan drainase, pengerukan parit, penyiagaan pompa air di titik rawan, serta SOP rekayasa lalu lintas di area banjir guna mencegah kemacetan parah. Ariffani juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada warga di wilayah rawan banjir untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
UMA dan Pemko Binjai Teken Kemitraan Strategis, Dorong Transformasi SDM hingga Hilirisasi Inovasi untuk Kota Maju
356 Jemaah Haji Kloter 14 Debarkasi Medan Disambut Haru di Ahmed
Satresnarkoba Polrestabes Medan Ungkap Dugaan Produksi Ulang Vape Mengandung Narkotika, Tiga Orang Diamankan
Dosen Fakultas Vokasi USU Tingkatkan Kompetensi Siswa SMK Negeri 7 Medan Melalui Program Pengabdian Masyarakat
Fraksi Golkar Pertanyakan Realisasi Pendapatan dan Belanja APBD Kota Medan 2025