FORMASSU Pertanyakan Pernyataan Wali Kota Medan Soal Solusi Banjir
Ariffani juga menekankan pentingnya pembentukan tim terpadu baru bila tim sebelumnya dianggap tidak relevan. Ia menyarankan agar tim penanganan banjir ke depan melibatkan partisipasi masyarakat sebagai subjek, bukan sekadar objek kebijakan.
"Libatkan organisasi pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga LSM agar ada rasa memiliki dalam upaya penanggulangan banjir."
Poin kedua yang ditekankan FORMASSU adalah perlunya perubahan pola penanganan banjir yang dinilai tidak efektif. Menurut Ariffani, Pemko Medan harus meninggalkan metode lama yang terbukti tidak menyelesaikan persoalan. FORMASSU menawarkan solusi berupa percepatan pembebasan lahan untuk dijadikan area resapan air.
"Katanya Pemko Medan sedang menegosiasi lahan untuk area resapan. Ini harus diprioritaskan," katanya.
Untuk jangka pendek pada periode September–Desember, FORMASSU menilai perlu adanya revitalisasi dan penambahan drainase, pengerukan parit, penyiagaan pompa air di titik rawan, serta SOP rekayasa lalu lintas di area banjir guna mencegah kemacetan parah. Ariffani juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada warga di wilayah rawan banjir untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
GSN dan Patroli Gabungan Tekan Kriminalitas di Medan, 290 Tersangka Ditangkap dan Ratusan Barang Bukti Disita
CLS dan MUI Medan Teken MoU , Dorong Program Nyata Pelestarian Lingkungan
Bandar Sabu Percut Sei Tuan Dilumpuhkan, 1 Ons Narkotika Gagal Beredar
Ketua PPIH Embarkasi Medan Ingatkan Jemaah Haji Jaga Kesehatan
Polisi Gerebek Apartemen di Medan Area, Ratusan Vape Mengandung Narkoba Disita