Jemaah Umroh Travel PT Karunia Jannah Firdaus Asal Palas Terlantar di Bandara Singapura

Sugiatmo - Minggu, 13 April 2025 07:47 WIB
Jemaah Umroh Travel PT Karunia Jannah Firdaus Asal Palas Terlantar di Bandara Singapura
analisamedan/dok
Jemaah umroh asal Palas terlantar di Bandara Singapura,pihak travel buang badan

analisamedan.com - Sebanyak 25 orang jemaah umroh asal Kabupaten Padanglawas (Palas) terlantar di Singapura, pihak perwakilan travel PT Karunia Jannah Firdaus di Palas, lepas tanggungjawab.

Terlantar jemaah umroh menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat.Pasalnya jemaah umroh terlantar tiga hari dan mulai kondisi sakit dam kurang makan.Video berdurasi 1:10 menit tersebar secara umum menjadi bahan diperbincangkan. Dalam narasi video disebutkan sebanyak 25 jemaah termasuk 1 anak umur 8 tahun, sudah 3 hari/malam berada di bandara Singapura.

Tampak para jemah duduk lesu beralaskan ambal di bandara. Bahkan ada yang tertidur di sofa,Jumat (11/4/2025).

Dikabarkan, selain 25 jemaah laki-laki dan perempuan tersebut, masih ada 10 jemaah lainnya yang tertinggal di hotel, dekat Bandara Kualanamu Medan. Total jemaah travel umroh yang hendak berangkat ke Tanah Suci Mekah ini berjumlah 35 orang.

Narasi video yang diduga dari salah seorang jemaah itu, juga menyebutkan jadwal pemberangkatan tidak jelas. Makan para jemaah juga terancam.

Usut punya usut, jemaah umroh ini berangkat melalui travel PT Karunia Jannah Firdaus. Dan Jumat (11/4) saat ditelusuri, perwakilan travel umroh asal Medan ini beralamat di Desa Sibuhuan Jae Kecamatan Barumun, Padanglawas.

Saat didatangi, kantor perwakilan itu tidak ada merk, hanya rumah yang diakui sebagai perwakilan travel.

Pihak travel membantah jemaah terlantar di Bandara Singapura. Persoalan ini masih dalam proses pengurusan pihak travel. Namun enggan membeberkan kendala sampai jemaah terlantar di bandara luar negeri tersebut.

"Iya benar (perwakilan travel). Nggak ada yang terlantar. Ini sedang diurus," kata Mala Rambe, yang mengaku perwakilan travel di Palas.

Tak sampai disitu, Mala Rambe juga menelpon Dandi Nasution yang merupakan suaminya, sebagai penanggung jawab travel Palas.

Sayang, tidak ada jawaban mengklarifikasi video yang sudah jadi konsumsi publik tersebut. Malah, membantah jemaah terlantar. Kondisi jemaah tidak seperti video tersebut.

"Hanya beberapa jam saja di bandara. Dan jemaah dalam keadaan baik, diurus makannya dan hotelnya," jelas Dandi melalui telpon seluler.

Saat disinggung jadwal pemberangkatan, daftar manifes, hingga kendala sampai-sampai jemaah terpisah dua kelompok, dan terlantar di bandara, Dandi enggan membeberkan.

Ia menyebutkan, pemberangkatan tertunda ini terjadi, dari pihak maskapai.

"Belum kesitu arahnya, yang jelas ini sedang diurus. Kalau itu (25 orang di bandara singapura, dan 10 orang masih tinggal di hotel di Medan), sebagian sudah dapat tiket pesawat, dan sebagian (yang tinggal di hotel) belum dapat tiket," ungkapnya mengaku kesal terhadap jemaah penyebar video. (Ibnu).

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru