Kakanwil Kemenagsu Hadiri Pembukaan STQH Nasional XXVIII 2025 di Kendari: Islam, Ilmu, dan Akhlak Harus Bersinergi
Menag menambahkan, STQH juga menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran ekoteologis di kalangan umat.
"Merawat lingkungan adalah bentuk zikir sosial. Dalam setiap ayat tentang alam terselip pesan keseimbangan dan keadilan ekologis. Maka, mencintai Al-Qur'an berarti mencintai bumi dan sesama," tutupnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kakanwil Kemenagsu Sumut H. Ahmad Qosbi mengingatkan Kafilah Sumatera Utara agar tampil penuh semangat, percaya diri, dan menjaga nama baik daerah. "Semoga Kafilah Sumatera Utara memberikan penampilan terbaik dan mampu membawa pulang prestasi gemilang. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Sumut agar kafilah tampil maksimal dan membawa hasil terbaik," ujarnya.
Ahmad Qosbi menilai, keikutsertaan Sumatera Utara dalam STQH bukan sekadar soal lomba, tetapi juga bagian dari penguatan syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani di daerah.
STQH Nasional XXVIII digelar di Kendari pada 9–19 Oktober 2025, dengan melibatkan lebih dari 1.000 peserta dari 35 provinsi di seluruh Indonesia. Jika dihitung bersama dewan hakim, pendamping, pelatih, serta pejabat pusat dan daerah, total partisipan mencapai sekitar 4.000 orang.
Kakanwil Kemenag Sumut Instruksikan ASN Taati Aturan WFH Tiap Jumat
Bersama Kemenag - UIN Sumut Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir
Momentum Pengabdian Baru, 660 PPPK Kemenag Sumut Resmi Dilantik
Kakanwil Kemenag Sumut dan Kapoksi Komisi VIII DPR RI Bahas JAMARAH di Deli Serdang
Kanwil Kemenagsu Tingkatkan Kompetensi SDM Lewat Pelatihan Hisab Rukyat