Kakanwil Kemenagsu Hadiri Pembukaan STQH Nasional XXVIII 2025 di Kendari: Islam, Ilmu, dan Akhlak Harus Bersinergi

Gustan Pasaribu - Minggu, 12 Oktober 2025 22:52 WIB
Kakanwil Kemenagsu Hadiri Pembukaan STQH Nasional XXVIII 2025 di Kendari: Islam, Ilmu, dan Akhlak Harus Bersinergi
dok.analisamedan.com
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM didampingi Ketua DWP Kanwil Kemenagsu Hj. Triana Santi Ahmad Qosbi menghadiri Pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025, yang digelar di Tugu Persatuan, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu malam (11/10/2025).

analisamedan.com -Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM didampingi Ketua DWP Kanwil Kemenagsu Hj. Triana Santi Ahmad Qosbi menghadiri Pembukaan Seleksi Tilawatil Qur'an dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025, yang digelar di Tugu Persatuan, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu malam (11/10/2025).

Acara akbar dua tahunan ini dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Dalam sambutannya, Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa Islam pernah menjadi mercusuar ilmu pengetahuan dunia. Para ilmuwan Muslim masa lalu, kata dia, adalah sosok yang mampu memadukan iman dan intelektualitas. "Para ilmuwan besar itu bukan hanya ahli pengetahuan, tetapi juga penghafal Al-Qur'an. Ini bukti bahwa iman dan akal dapat bersinergi membangun peradaban," ujarnya.

Pratikno mengajak generasi muda Islam untuk terus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritualitas. Menurutnya, kemajuan sejati harus menjadi sarana memperkuat syiar Islam di tingkat global. "Kemajuan tanpa akhlak ibarat pedang tajam di tangan orang yang matanya tertutup. Di sinilah Al-Qur'an dan Hadis berperan sebagai kompas moral abadi," tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Islam tidak pernah menolak kemajuan, justru mendorong umatnya menjadi pelopor inovasi yang berakhlakul karimah.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut STQH Nasional bukan sekadar ajang kompetisi keagamaan, tetapi wasilah spiritual untuk menyemai generasi Qurani yang unggul, tangguh, dan cinta lingkungan.

Dengan mengusung tema "Syiar Al-Qur'an dan Hadis: Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan," Menag menilai tema tersebut relevan dengan tantangan zaman, mulai dari meningkatnya ketegangan sosial hingga krisis ekologis. "Al-Qur'an dan Hadis hadir sebagai suara kenabian yang menyeru pada kasih sayang dan harmoni," ujarnya.

Menag menambahkan, STQH juga menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran ekoteologis di kalangan umat.
"Merawat lingkungan adalah bentuk zikir sosial. Dalam setiap ayat tentang alam terselip pesan keseimbangan dan keadilan ekologis. Maka, mencintai Al-Qur'an berarti mencintai bumi dan sesama," tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kakanwil Kemenagsu Sumut H. Ahmad Qosbi mengingatkan Kafilah Sumatera Utara agar tampil penuh semangat, percaya diri, dan menjaga nama baik daerah. "Semoga Kafilah Sumatera Utara memberikan penampilan terbaik dan mampu membawa pulang prestasi gemilang. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Sumut agar kafilah tampil maksimal dan membawa hasil terbaik," ujarnya.

Ahmad Qosbi menilai, keikutsertaan Sumatera Utara dalam STQH bukan sekadar soal lomba, tetapi juga bagian dari penguatan syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani di daerah.

STQH Nasional XXVIII digelar di Kendari pada 9–19 Oktober 2025, dengan melibatkan lebih dari 1.000 peserta dari 35 provinsi di seluruh Indonesia. Jika dihitung bersama dewan hakim, pendamping, pelatih, serta pejabat pusat dan daerah, total partisipan mencapai sekitar 4.000 orang.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru