Kaper BKKBN Sumut Monitoring ke SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba
Sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut, Tim Pendamping Keluarga (TPK) ditugaskan untuk turut mendampingi proses distribusi MBG kepada sasaran 3B. Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penyuluhan kepada keluarga.
"Program MBG 3B tidak hanya memastikan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi momentum bagi TPK untuk memberikan pendampingan, edukasi pola makan bergizi, pentingnya pemeriksaan kehamilan, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang balita," ujar Dr. Fatmawati.
Menurutnya, pendekatan distribusi yang disertai pendampingan akan memberikan manfaat yang lebih optimal dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program agar distribusi bantuan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Melalui kegiatan monitoring ini, BKKBN Sumatera Utara berharap pelaksanaan Program MBG 3B di SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba dapat semakin optimal dalam mendukung pemenuhan gizi ibu dan anak, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan generasi sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (imar)
Keracunan MBG Berulang, PKUTK Sumut Soroti Pertanggungjawaban Hukum SPPG
BKKBN Sumut Perkuat Mutu Pelayanan KB dan Tata Kelola Alokon
Menteri Lingkungan Hidup Canangkan Wakaf Hijau dan Tobat Ekologis Nasional di UISU
Menteri Wihaji Lantik Ari Armawan sebagai Sekretaris Perwakilan BKKBN Sumut
Launching Pemutakhiran Data Keluarga 2026 di Simalungun, Kaper BKKBN Sumut Tekankan Akurasi Data