Ketua PD Alwashliyah Deliserdang : Lindungi Anak, Orang Tua ‘Wajib’ Repot

El-Khair - Selasa, 23 Juli 2024 16:35 WIB
Ketua PD Alwashliyah Deliserdang : Lindungi Anak, Orang Tua ‘Wajib’ Repot
dok.analisamedan.com
Ketu PD Aljamiyatul Washliyah Deliserdang Muhammad Soleh

analisamedan.com - Orang tua memiliki kewajiban untuk melindungi anak-anaknya dari segala bentuk ancaman. Kemajuan era digitalisasi membuat banyak orang tua mengabaikan kewajibannya dan tidak mau 'repot' dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

"Orang tua punya kewajiban melindungi anak. Orang tua wajib repot," ungkap Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Aljamiyatul Washliyah (AW) Kabupaten Deliserdang H Muhammad Soleh kepada analisamesan.com dalam refleksi Hari anak Nasional 23 Juli 2024, Selasa (23/7), di Kota Lubukpakam.

Nilai tanggung jawab yang melekat pada orang tua tergerus dengan era digitalisasi saat ini. Gawai (gadget) yang perkembangannya tak terbendung, justru melalaikan banyak orang tua yang membiarkan anaknya rajin bermain gawai tanpa pengawasan.

"Mereka kini lebih fokus dengan gawai dalam genggaman yang banyak digunakan bukan untuk mendukung pendidikan, tapi terlena dengan mainan (games) serta mengakses konten-konten negatif," terang Soleh.

Soleh mencontohkan, bagaimana anak-anak kecil tidak lagi bisa dirayu dengan mainan dan janji-janji bahkan ancaman saat menangis. Namun gawai yang kini bukan barang 'mewah' menjadi jurus ampuh orang tua untuk merayu anaknya yang menangis sekeras apa pun.

"Lihat sekarang. Anak-anak yang menangis cukup diberikan handphone langsung diam," papar Soleh.

Minat Menurun

Soleh juga mengeritik dampak negatif dari gawai yang bebas dimainkan anak-anak dengan mengakses konten- konten negatif tanpa pengawasan orang tua. Tidak bisa dipungkiri dampak negatif gawai terhadap anak menyebabkan minat ibadah dan belajar mereka menurun. Banyak anak-anak menjadi lalai dalam ibadah seperti salat fardhu karena terlalu asyik dengan gawai mereka.

Bahkan minat belajar menjadi berkurang. Anak-anak lebih asyik dengan gawainya daripada membaca buku. Padahal fasilitas ini, semestinya menjadi pendorong bagi anak untuk meningkatkan minat belajar dan ibadah.

Soleh juga mengakui fakta itu terjadi dengan anaknya yang masih kecil. Mereka akan mudah didiamkan dengan memberikan dawai ketika sulit untuk diingatkan. Karena itu, butuh pengawasan ekstra bagi anak-anak saat menggunakan gawai serta tidak terlalu bebas bermain gawai.

"Bukan tidak boleh anak bermain handphone. Boleh. Tapi harus ada pengawasan dan bimbingan menggunakannya secara cerdas. Juga pembatasan waktu bermain," tegas Soleh.

Karena itu, Bendahara Ikatan Guru Diniyah Takmiliah (IGDT) Deliserdang ini kembali mengingatkan, orang tua wajib repot dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Mereka wajib dilindungi dari dampak negatif era digital yang banyak membuat anak-anak rusak secara mental akibat pengaruh negatif dari gawai.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru