Maulid Nabi Muhammad dan Tasyakuran Milad Perdana Mazta “El-Khair” Sumut

Doa Bersama Untuk Indonesia Berkah dann Damai
El-Khair - Sabtu, 06 September 2025 00:22 WIB
Maulid Nabi Muhammad dan Tasyakuran Milad Perdana Mazta “El-Khair” Sumut
dok.analisamedan.com
SALURKAN : Ketua Mazta El-Khair Sumut Ustaz Amirul Khair menyalurkan santunan anak yatim dan taliasih guru mengaji Alquran pada peringatan maulid Nabi Muhammad Saw dirangkai Tasyakura Milad Perdana Mazta EL-Khair Sumut dan doa bersama Untuk Indonesia Berkah dan Damai

analisamedan.com - Majelis Zikir dan Taklim (Mazta) "El-Khair" Sumatera Utara (Sumut) memperingati maulid Nabi Muhammad Saw 1447 Hijriah dirangkai dengan Milad Perdana serta Do Bersama Untuk Indonesia Berkah dan Damai, Kamis (5/9) di Desa Durian, Kecamatan Pantailabu, Kabupaten Deliserdang.

Sekretaris Mazta El-Khair Saif Fatahillah menjelaskan, peringatan maulid digelar sebagai dakwah untuk menumbuhkan dan ekspresi kecintaan kepada baginda Nabi Muhammad Saw yang tepat momentumnya 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah.

"Malam ini tepat tanggal 12 Rabiul Awal lahirnya Nabi Muhammad Saw dan juga malam Jumat mulia sebagai malam hari raya bagi umat Islam," jelas Saif.

Selain itu, momentum maulid Nabi Muhammad Saw bersamaan dengan milad (ulang tahun) perdana berdirinya Mazta El-Khair Sumut sehingga peringatan maulid ini dirangkai dengan Tasyakuran Milad Perdana diisi kajian agama, santunan anak yatim, taliasih guru mengaji Alquran juga berbagi dengan duafa bertajuk "Berkah Cinta Baginda Nabi".

Selain itu juga diisi doa bersama bertajuk "Untuk Indonesia Berkah dan Damai" dipandu Ketua Mazta El-Khair Ustaz Amirul Khair serta zikir dan salawatan Tim Mazta El-Khair Sumut berlangsung khidmat juga lancar.

Cinta Nabi

Sebelumnya Ketua Mazta El-Khair Sumut Ustaz Amirul Khair dalam kajiannya mengingatkan, cinta kepada Nabi Muhammad Saw adalah kemutlakan. Seorang muslim yang ingin masuk ke dalam surga tidak bisa terwujud bila di hatinya tidak ada kecintaan kepada kekasih Allah Swt tersebut.

Sebesar apa pun cinta seorang muslim kepadanya, bahkan bila dikumpulkan semua cinta umat Islam dari masa awal masa keislaman sampai kiamat tiba, tidak akan setara dengan besarnya cinta nabi Muhammad Saw kepada umatnya.

"Cinta kita tidak akan bisa setara dengan cinta nabi kepada kita selaku umatnya, meski pun dikumpulkan cinta semua umat manusia sampai hari kiamat," jelasnya.

Dalam mencintai Nabi Muhammad Saw bisa diekspresikan lewat dua hal yakni, senang, suka, rajin dan menjadikannya sebagai kebutuhan untuk bersalawat kepadanya. Amalan hebat yang tidak terhalang melaksanakannya hanya bersalawat meski pun dalam keadaan larangan syariat beribadah seperti wanita haid atau pun dalam keadaan junub (hadas besar).

Ekpsresi kedua yakni, menghidupkan sunah-sunah Nabi Muhammad Saw dalam kehidupan sehari-hari baik dalam ibadah secara vertikal kepada Allah maupun horizontal kepada manusia dan alam semesta.

"Nabi Muhammad Sw itu rahmatan lil Alamin bukan saja untuk umat Islam, tapi juga untuk seluruh alam semesta," ungkap Amirul Khair.

Amirul Khair juga mengingatkan jemaah yang hadir serta umat Islam untuk tetap dalam damai dan tidak terpengaruh untuk melakukan kejahatan dan kemaksiatan guna menjaga Indonesia dengan menumbuhkan semangat cinta kepada Indonesia sesuai tuntunan syariat.

"Mari kita berdoa bersama untuk Indonesia berkah dan damai. Situasi Indonesia hari ini harus menjadi perenungungan kita semua untuk tetap mencintai negeri kita ini secara tulus," tandasnya.*



Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru