Politeknik WBI-Politeknik Medan dan SMK Putra Jaya Stabat Perkenalkan Kendaraan Pengangkut Sawit Nirawak

Gustan Pasaribu - Rabu, 31 Desember 2025 07:22 WIB
Politeknik WBI-Politeknik Medan dan SMK Putra Jaya Stabat Perkenalkan Kendaraan Pengangkut Sawit Nirawak
dok.analisamedan.com
Tim Peneliti Berdikari PWBI dan Polteknik Medan bersama siswa SMK Putrajaya Stabat, Langkat Ketika mengerjakan proses pembuatan kendaraan pengangkut sawit tanpa awak beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Aldon, kemitraan antara PWBI, Politeknik Medan, SMK Putrajaya Stabat dan CV RATOMA ini telah membuahkan perangkat yang telah melalui pengujian ditempat (component bench test) dan pengujian di lapangan datar.
"Saat diperkenalkan purwarupa ini telah menyelesaikan lebih dari 65% parameter pengujian," sebut Aldon dan mengungkapkan rasa optimis dari tim peneliti, bahwa pada akhir 2026 seluruh proses uji akan selesai dilakukan.

Sebagai Ketua Tim Peneliti Berdikari PWBI-Polmed, Aldon memberikan apresiasi kepada SMK Putrajaya Stabat yang memberikan kontribusi berupa fasilitas kerja bengkel yang dimiliki dalam membangun prototype UGV Pengangkut Sawit sampai lebih kurang 80 persen."Selama proses pengerjaan Siswa SMK Putra jaya akan memperoleh kesempatan melihat, belajar dan melakukan kegiatan proses perancangan, pengerjaan unit kendaraan pengangkut sawit tanpa awak secara langsung," sebutnya.

Kemampuan menyelesaikan purwarupa semacam ini di bengkel lokal SMK Putra Jaya, dengan sumberdaya manusia dosen, guru, mahasiswa Politeknik dan Siswa SMK akan menunjukkan kemampuan sumberdaya lokal berdaptasi, mengadopsi dan berinovasi dengan teknologi maju. Hal ini diharapkan akan mendorong motivasi bagi pelaku manufaktur lokal tidak ragu atas kapasitas lulusan Politeknik dan SMK serta semakin berani berinovasi menghasilkan perangkat pertanian maju guna mendorong produktivitas pertanian, pungkas Aldon Sinaga.

Salah seorang Tim Peneliti PWBI, Taufiqurrahman lebih rinci menjelaskan,perangkat yang diperkenalkan merupakan alat pengangkutan panen kelapa sawit bertenaga listrik dengan daya 10 KW yang dapat dioperasikan secara otomatis maupun menggunakan kendali jarak jauh. Kendaraan ini, sebutnya diharapkan akan dapat mengangkut hingga 800 kg tandan buah segar sawit dalam sekali angkut. Berdasarkan perhitungan tim peneliti, alat angkut ini akan dapat bekerja hingga jangkauan jaran 100km dan melangsir hingga 8 ton TBS sawit per hari.

"Dengan perhitungan teknis tersebut moda pengangkut sawit ini diharapkan akan dapat menekan biaya operasional pengangkutan sawit lebih dari 50%," kata Taufiq. (suhayri)

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru