Program Mikoriza akan Bantu Pemulihan Lahan PT Agincourt Resources

Amir Hamzah Harahap - Jumat, 21 Agustus 2026 19:23 WIB
Program Mikoriza akan Bantu Pemulihan Lahan PT Agincourt Resources
analisamedan.com -
PT Agincourt Recources kembangkan riset mikoriza sebagai daya dukung untuk pemulihan lahan di sekitar areal bekas pertambangan atau reklamasi lahan, Jumat (21/8/2026).

Kepada wartawan, Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PT AR,Syaiful Anwar mengatakan, mikoriza akan membantu proses pertumbuhan dan perkembangbiakan tanaman di sejumlah kawasan bekas pertambangan.

"Mikoriza merupakan bentuk simbiosis mutualisme antara jamur (cendawan) dan sistem perakaran tumbuhan. Arti sederhananya, mikoriza merupakan suplemen bagi tumbuhan agar bisa tumbuh lebih baik lagi," jelasnya.

Dia mengatakan, Mikoriza secara teori mampu membantu meremediasi logam berat atau senyawa organik maupun anorganik, yang dihasikan dari aktivitas pertambangan.

"Mikoriza dikembangkan untuk menyerap unsur hara dalam tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Tanaman akan memiliki daya tumbuh yang kuat di kawasan bekas areal pertambangan," ungkapnya.

Para peneliti keanekaragaman hayati bakal melakukan pengambilan spora pada tanah dan akar tanaman di hutan Batangtoru. Lalu, dilakukan isolasi hingga pengayaan spora.

"Takaran 100 spora per 100 gram tanah dapat ditingkatkan sampai empat kali lipat atau sekitar 400-1000 spora per 100 gram tanah," kata Syaiful Anwar didampingi para Research Assistant Ikhsannul Amal, Lutfi Hanafi dan Yuna Ratna Wulansari.

Riset ini dilakukan di sebuah tempat khusus untuk penelitian pengembangan mikoriza yang sudah dibangun PT AR di lahan mereka bernama nursery atau pembibitan tanaman.

"Pengembangan mikoriza dilakukan di ruangan Mycology Laboratory berdekatan dengan lahan nursery atau pembibitan tanaman," jelasnya.

PT Agincourt Resources telah melakukan reklamasi seluas 54 hektar dengan beragam tanaman sesuai kebutuhan lahan dan menghindari tanaman invasif.

"Manajemen reklamasi kami menghindari tanaman yang demikian. Jadi nursery kami ini bisa melakukan pembibitan sampai 76 jenis tanaman. Dari pengalaman saya di tambang itu paling 13 jenis," ucapnya.

Di area reklamasi Tambang Emas Martabe, lanjut Syaiful, pihaknya menginginkan lahan ditanami dengan tanaman yang tumbuh di sekitar hutan alam Batangtoru.

Tantangannya, tidak semua jenis tanaman lokal bisa tumbuh dengan baik ketika diambil bibitnya.

"Makanya, supaya bisa tumbuh lebih baik, tanaman untuk reklamasi kami uji dengan memberi suplemen mikoriza," katanya.

Sebelum melakukan reklamasi, PT AR lebih dahulu melakukan penanaman tumbuhan jenis cepat tumbuh 1 atau 2 tahun. Harapannya, agar lahan yang terbuka sudah memiliki tutupan.Setelah itu barulah dilakukan penamaman tanaman lokal di area reklamasi.

Pada bencana 25 November 2025 lalu, sejumlah lahan di Tambang Emas Martabe mengalami longsor. Oleh sebab itu, PT AR kini fokus melakukan reklamasi di area longsor pascabencana dengan menanam bibit jenis cepat tumbuh.

"Agar tercipta setidaknya suksesi dari tanaman cepat tumbuh setelah itu ditanam buah-buahan, khususnya pakan primata seperti Orang utan. Makanya persiapan reklamasi kami lakukan mulai dari sekarang," ujar Syaifu

Rerata usai tumbuhan yang disimpan di nursery harus mencapai enam bulan sebelum ditanam di area reklamasi. Jenis tumbuhan paling dominan yakni, beringin, laban hingga lamtoro.

"Jadi tumbuhan beringin ini juga bisa untuk pakan primata yang ada di lahan reklamasi nantinya," katanya.

Syaiful menjelaskan, dari luas lahan sekitar 1.985 hektare, PT AR merencanakan kegiatan reklamasi seluas 500 hektare lebih hingga 2030 nanti.

"Target restorasi penanaman di area preservasi dimulai dari 2025 hingga 2030, namun 500 hektare di luar dari area longsor. Memang ada penambahan pascabencana," tandasnya.

Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru