Angkutan Barang KAI Sumut Naik, Dorong Efisiensi Logistik dan Stabilitas Harga Kebutuhan Masyarakat
Anwar menambahkan, efisiensi biaya transportasi dan kelancaran rantai distribusi logistik memegang peranan krusial terhadap stabilitas harga makro. Salah satunya berdampak langsung pada Koefisien Variasi Harga Antar Wilayah Tingkat Provinsi. Di wilayah Sumatera Utara sendiri, koefisien tersebut ditargetkan dapat ditekan dari angka 10,1 persen pada tahun 2025 menjadi 9,38 persen pada tahun 2030.
"Kelancaran distribusi logistik bukan urusan industri saja, tetapi manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Pelaku usaha bisa lebih efisien, harga barang lebih terjaga, mendorong daya beli masyarakat semakin meningkat, sehingga ekonomi daerah ikut terdongkrak naik," tutur Anwar.
Guna menjaga konsistensi performa ini, KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus mengoptimalkan layanan kereta api barang. Langkah strategis yang ditempuh meliputi penguatan pola operasi, peningkatan keandalan sarana dan prasarana, serta perluasan kerja sama dengan pelanggan korporasi maupun mitra logistik.
Upaya-upaya ini diarahkan agar proses distribusi barang komoditas menjadi semakin terjadwal, stabil, efisien, dan mampu menjadi menyokong daya saing industri regional di Sumatera Utara.
"Investasi pada logistik berbasis rel adalah investasi untuk daya saing Indonesia. Semakin besar volume barang yang dapat dilayani melalui kereta api secara efisien, semakin besar pula biaya logistik yang dapat ditekan. Langkah ini krusial untuk memperkuat industri, menjaga daya beli masyarakat, dan memacu pertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya. (imar)
KAI dan Pemkab Deli Serdang Sepakati Penataan Kawasan Eks Stasiun Deli Tua
Libur Sekolah Lebih Hemat, Tarif KA Sribilah Fakultatif Turun hingga 30 Persen
KAI Sumut Pangkas Pohon di 330 Titik Jalur KA Antisipasi Meningkatnya Curah Hujan
KAI Divre I Sumut Layani 235 Ribu Penumpang Selama Mei 2026, Naik 5 Persen
THM Phantom Tak Kantongi Izin NPPBKC, Polisi dan Bea Cukai Bongkar Dugaan Pelanggaran Berlapis