AJWI Sumatra Utara Minta Bid Propam Poldasu Gelar Perkara

Kasus Tandatangan Palsu di Polres Samosir
Sugiatmo - Selasa, 24 Januari 2023 15:16 WIB
AJWI Sumatra Utara Minta Bid Propam Poldasu Gelar Perkara
analisamedan/frans sianturi
Tim LBH AJWI Sumatra Utara bertemu dengan korban pemalsuan tanda tangan Luhut Situngkir

analisamedan.com - Sejak dilaporkan pada 15 Desember 2021 lalu, kasus tanda tangan palsu yang ditangani Polres Samosir tidak kunjung dilimpahkan ke pihak Kejaksaan. Padahal, pemeriksaan tujuh orang saksi sudah dilakukan, berikut membuktikan tanda tangan diduga palsu melalui hasil Laboratorium Forensik sudah dilakukan oleh kepolisian dan hasilnya tanda tangan pelapor diduga palsu. Sehingga disinyalir kasus itu diduga "mengendap".

"Sungguh mengherangkan, dua alat bukti sudah terpenuhi, namun terlapor masih saja berkeliaran, satu tahun pemalsuan tanda tangan sampai saat ini tidak kunjung terungkap di Polres Samosir, ada apa ini," ujar Wakil Direktur LBH Aliansi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI) Sumatra Utara, Arlius Zebua, S.H, M.H didampingi Agus Buololo, S.H, M.H dan Frans Zul M Sianturi, S.E, S.H, Senin (23/1/2023) malam di Mapolres Samosir.

Bahkan, AJWI Sumatra Utara akan melayangkan surat resmi ke Bid Propam Polda Sumatra Utara dan meminta Bid Propam Polda Sumatra Utara melakukan gelar perkara dengan memeriksa pihak yang menangani perkara pemalsuan tanda tangan ini dan juga melibatkan peran media untuk mengungkap kasus ini.

Informasi yang dihimpun Analisamedan.com, kasus pemalsuan tanda tangan ini dilaporkan oleh Luhut Situngkir pada 15 Desember 2021. Luhut yang menjadi korban mengaku sangat dirugikan oleh terlapor berinsial PS karena tanda tangannya dipalsukan oleh PS dalam pembuatan sertifikat tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Samosir.

Bahkan, Luhut tidak menyangka perbuatan PS membuat sertifikat tanah atas namanya berujung ranah pidana, sebab Luhut yang bekerja sebagai guru swasta harus saban hari dipanggil pihak kepolisian baik dari Polda Sumatra Utara hingga Polres Samosir.

"Saya sudah lelah bapak, setahun lebih perkara ini tidak selesai, saya selalu datang ke kantor polisi memenuhi panggilan, menyerahkan berkas pendukung, namun sampai sekarang tersangka tetap berkeliaran, saya sudah tidak mengerti hukum di negara ini, saya capek bapak," kata Luhut.

Sementara itu, Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang ditandatangani oleh Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Natar Sibarani pada 3 Desember 2022 lalu bahwa tujuh orang saksi sudah diperiksa, bahkan sudah memeriksa terlapor, bukti pembanding dari pelapor atau korban juga sudah diserahkan ke Polres Samosir, hingga penyidik telah menerima hasil Labfor dari Polda.

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru