‘Alarm’ Keras, Deliserdang Tidak Aman dan Nyaman Bagi Anak
analisamedan.com - Untuk kesekian kalinya, peristiwa tragis dan memilukan bahkan sangat menjijikkan terjadi lagi di Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, dengan terungkapnya kasus kejahatan seksual inses dilakukan seorang ayah kepada putri kandungnya berusia sekira 11 tahun.
'Ini alarm keras untuk kita semua bahwa Deliserdang sudah sangat tidak aman dan nyaman bagi anak," ungkap Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deliserdang Junaidi Malik usai mengunjungi anak korban kejahatan inses di Tanjungmorawa, Jumat (5/6).
Kasus inses dilakukan seorang ayah terhadap putri kandungnya sendiri yang seharusnya menjadi sosok paling melindungi justru menjadi pelakunya, menjadi 'alarm' keras bahwa Deliserdang tidak aman dan nyaman bagi anak.
Bahkan kasus lainnya dalam sebulan terakhir, LPA mencatat ada 3 kasus kejahatan seksual terjadi di Deliserdang yang korbannya masih anak bahkan berusia balita yang pelakunya adalah orang terdekat baik ayah kandung maupun tetangga.
"Fakta ini bukan lagi main-main. Masa depan anak sebagai generasi bangsa sudah sangat terancam. Ini yang baru terungkap. Belum lagi yang tidak terungkap karena faktor kasus ini dianggap aib keluarga atau adanya perdamaian. Namun semoga ini tidak terjadi," papar Junaidi.
Menyikap kondisi Deliserdang yang darurat kejahatan anak, Junaidi meminta semua pihak untuk bersama dan bersatu menyelamatkan anak Deliserdang. Kepada Pemerintah Kabupaten Deliserdang diminta serius untuk 'membumikan' secara nyata upaya-upaya perlindungan terhada anak.
Pemkab Deliserdang diminta untuk memastikan serta menjamin pemenuhan hak-hak anak termasuk memastikan korban inses di Tanjungmorawa yang merupakan anak sulung dengan 3 adiknya yang kini berada dalam pengasuhan tetangga dikarenakan ayah kandung mereka sudah ditangkap polisi. Sedangkan keberadaan ibu kandung mereka masih berada di Malaysia sebagai tenaga kerja wanita (TKW).
Pemkab Deliserdang juga diminta tidak euforia dengan predikat Deliserdang Kabupaten Layak Anak (KLA) yang kini menggondol tingkat 'Nindya' serta tidak senang bermain dengan data-data seremonial ketimbang fakta di lapangan yang menunjukkan realita terbalik.
Benarkah DPRD Sidimpuan Kecipratan Dana Bencana Rp.110 Miliar? Kajari Diminta Awasi
Batang Toru Kawasan Strategis Nasional: Mewujudkan Keadilan Ekologis bagi Generasi Kini dan Mendatang
DPRD Medan Minta Pemko Serius Tangani Banjir di Jalan Letda Sujono
Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS Sampaikan Catatan Penting
DPRD Gelar Paripurna HUT ke 436 Kota Medan, Momentum Perkuat Komitmen