Hiasi Muharam dengan Amal Ibadah
analisamedan.com - Muharam adalah bulan pertama dalam kalender tahun hijriah. Muharam termasuk salah satu bulan mulai dan sakral dalam Islam yang disebut dengan 'Syuhurul Hurum' (bulan-bulan haram) selain Rajab, Zulkaidah dan Zulhijjah.
Hal ini ditegaskan Allah Swt dalam Alquran : "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa". (Q.S. Altaubah : 36)
Keutamaan dan kemuliaan bulan Muharam dalam Islam selazimnya dihiasi dengan amalan ibadah kepada Allah Swt sebagai bentuk syukur dengan masuknya kita dalam Tahun Baru Islam 1446 Hijriah. Sejalan dengan makna hijrah yang artinya 'bergerak' atau 'pindah', maka hal penting yang harus direfleksikan, yakni berupaya bergerak atau pindah ke arah lebih baik terutama dalam hal ibadah kepada Allah Swt.
Merujuk kepada Alquran di dalam surat 'Alashr', disebutkan, bahwa manusia akan berada dalam kondisi dan termasuk dalam golongan orang-orang merugi tatkala kehidupan di dunia ini tidak dihiasi dengan keimanan dan amal-amal saleh.
Perintah Allah Swt kepada manusia dalam banyak ayat Alquran juga untuk beribadah kepada-Nya sehingga perjalanan hidup di dunia semuanya harus bernilai ibadah seperti yang selalu kita baca dalam doa iftitah (pembukaan) salat.
"Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam". (Q.S. Alanam : 162).
Puasa Muharam
Salah satu ibadah sunah yang utama dalam bulan Muharam yakni, melaksanakan puasa kurun waktu sebulan penuh. Andaikan tidak sanggup dalam sebulan atau beberapa hari, minimal diamalkan 1 hari tepatnya di tanggal 10 Muharam yang disebut dengan puasa sunnah "Asyura'.
Puasa sunah Asyura disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad Saw bersamaan dengan keutamaan puasa Arafah, yang memiliki keutamaan mengampuni dosa-dosa yang pernah dilakukan setahun lalu sehingga menjadi peluang untuk mendapatkan ampunan dari Allah Swt.
Dalam hadis lain dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda : "Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam". (Riwayat Muslim).
Banyak Bersedekah
Selain berpuasa sunah selama bulan Muharam, amal ibadah yang dahsyat baik untuk dilakukan adalah memperbanyak sedekah. Sedekah merupakan amalan orang cerdas yang disebutkan Nabi Muhammad Saw dalam hadisnya, ketika seseorang sudah mati pun akan tetap mendapatkan pahala dari sedekah yang disebut dengan 'sedekah jariah'.
Bahkan Allah Swt dalam Alquran menjelaskan tentang keutamaan bersedekah di dalam surat Almunafiquun ayat 10 yang artinya : "Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antaramu. Dia lalu berkata (sambil menyesal), "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)-ku sedikit waktu lagi, aku akan dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang saleh."
Sedekah ini juga akan semakin baik tatkala menyentuh semua kaum duafa (kaum lemah) termasuk anak-anak yatim sehingga mereka bisa merasakan kebahagiaan di awal Tahun Baru Islam 1446 hijriah.
Perbaiki Silaturahim
Silaturahim merupakan salah satu ibadah penting yang harus dilakukan di awal tahun 1446 hijriah. Pentingnya silaturahim ini disebutkan Nabi Muhamamd Saw dalam hadisnya yang artinya : "Beribadahlah kepada Allah Swt dengan sempurna, jangan syirik kepada-nya dengan sesuatu, dirikanlah salat, tunaikan zakat, dan jalinlah silaturahim dengan orang tua dan saudara". (Riwayat Bukhari).
Dalam hadis lainnya, ada ancaman yang sangat mengerikan untuk orang-orang yang silaturahimnya putus dan tidak mau memperbaikinya seperti penegasan Nabi Muhammad Saw yang artinya : "Tidak akan masuk surga orang yang memutus (silaturahmi)". (Riwayat Bukhari-Muslim).
Terkait dengan silaturahim ini Allah Swt kemudian menegaskan dalam firman-Nya : "Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk". (Q.S.Ali Imran : 103).
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1446 Hijriah. Semoga kebaikan dan ketaatan kita kepada Allah Swt semakin bertambah. Amin.