Ketika Air Mata Jatuh di Padang Arafah: Kisah Khairunnida Menapaki Jejak Spiritual di Tanah Suci

Gustan Pasaribu - Rabu, 11 Juni 2025 17:10 WIB
Ketika Air Mata Jatuh di Padang Arafah: Kisah Khairunnida Menapaki Jejak Spiritual di Tanah Suci
dok.analisamedan.com
seorang perempuan asal Sumatera Utara, Khairunnida, berdiri bersama jutaan umat Islam lainnya, mengenakan pakaian ihram yang sederhana, namun penuh makna. Ia datang bersama sang suami, tergabung dalam Kloter 08 KNO. Tapi di hadapan Allah, ia hanyalah seorang hamba yang sedang mengiba dan berharap

Bagi Khairunnida, Arafah bukan sekadar tempat. Ia adalah ruang suci tempat jiwa-jiwa dibersihkan, tempat manusia berserah total. Di sana, ia larut dalam doa dan tangis, memohon agar keluarganya diampuni dan diberi kesempatan yang sama untuk menginjakkan kaki ke Baitullah.

"Saya teringat anak-anak, orang tua, dan sahabat-sahabat yang saya tinggalkan di tanah air. Rasanya seperti semua emosi tumpah di satu waktu," ujarnya sambil menyeka air mata yang tak henti ia ceritakan.

Selepas wukuf, Khairunnida bersama jutaan jemaah lainnya bergerak menuju Muzdalifah. Perjalanan padat dan melelahkan. Ada desakan, antrean panjang, dan waktu istirahat yang minim. Tapi semangat tak pernah pudar.

"Saya menikmati semuanya. Ini adalah perjuangan ibadah. Dari Muzdalifah, kami naik bus ke Mina dan melanjutkan ke Jamarat untuk melontar jumrah," katanya.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru