Ketika Air Mata Jatuh di Padang Arafah: Kisah Khairunnida Menapaki Jejak Spiritual di Tanah Suci
Bagi Khairunnida, Arafah bukan sekadar tempat. Ia adalah ruang suci tempat jiwa-jiwa dibersihkan, tempat manusia berserah total. Di sana, ia larut dalam doa dan tangis, memohon agar keluarganya diampuni dan diberi kesempatan yang sama untuk menginjakkan kaki ke Baitullah.
"Saya teringat anak-anak, orang tua, dan sahabat-sahabat yang saya tinggalkan di tanah air. Rasanya seperti semua emosi tumpah di satu waktu," ujarnya sambil menyeka air mata yang tak henti ia ceritakan.
Selepas wukuf, Khairunnida bersama jutaan jemaah lainnya bergerak menuju Muzdalifah. Perjalanan padat dan melelahkan. Ada desakan, antrean panjang, dan waktu istirahat yang minim. Tapi semangat tak pernah pudar.
"Saya menikmati semuanya. Ini adalah perjuangan ibadah. Dari Muzdalifah, kami naik bus ke Mina dan melanjutkan ke Jamarat untuk melontar jumrah," katanya.
Wamen Kemenhaj RI : Oleh-oleh Terbaik Ibadah Haji Adalah Haji Mabrur
356 Jemaah Haji Kloter 14 Debarkasi Medan Disambut Haru di Ahmed
Sambut Jamaah Haji, Wako Harry Pahlevi: Selamat Datang, Selamat Berkumpul Bersama Keluarga
Jamaah Haji Asal Padangsidimpuan Dijadwalkan Tiba Senin Malam di Balai Kota
Universitas Medan Area Sembelih 24 Ekor Lembu dan 2 Ekor Kambing pada Iduladha 1447 H