Ketika Air Mata Jatuh di Padang Arafah: Kisah Khairunnida Menapaki Jejak Spiritual di Tanah Suci
Gustan Pasaribu - Rabu, 11 Juni 2025 17:10 WIB
dok.analisamedan.com
seorang perempuan asal Sumatera Utara, Khairunnida, berdiri bersama jutaan umat Islam lainnya, mengenakan pakaian ihram yang sederhana, namun penuh makna. Ia datang bersama sang suami, tergabung dalam Kloter 08 KNO. Tapi di hadapan Allah, ia hanyalah seorang hamba yang sedang mengiba dan berharap
Namun, di sinilah pengalaman tak terlupakan itu terjadi. Seusai melontar jumrah untuk kali ketiga, Khairunnida terpisah dari rombongan. Ia berjalan sendirian, dalam kondisi fisik yang lelah, bingung mencari arah kembali ke tenda Mina.
"Suami saya berjalan lebih cepat, sedangkan saya lambat karena kelelahan. Saat sadar sudah sendiri, saya terus bertanya ke petugas polisi arah ke tenda. Untungnya saya sempat memfoto pintu tenda waktu awal datang. Itu jadi penyelamat saya," katanya, tertawa kecil.
Akhirnya, setelah pencarian melelahkan, ia berhasil menemukan tenda dan kembali bersatu dengan sang suami. "Rasanya lega sekali. Alhamdulillah," ucapnya haru.
Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Wamen Kemenhaj RI : Oleh-oleh Terbaik Ibadah Haji Adalah Haji Mabrur
356 Jemaah Haji Kloter 14 Debarkasi Medan Disambut Haru di Ahmed
Sambut Jamaah Haji, Wako Harry Pahlevi: Selamat Datang, Selamat Berkumpul Bersama Keluarga
Jamaah Haji Asal Padangsidimpuan Dijadwalkan Tiba Senin Malam di Balai Kota
Universitas Medan Area Sembelih 24 Ekor Lembu dan 2 Ekor Kambing pada Iduladha 1447 H
Kakanwil Kemenhaj Sumut Berangkatkan Kloter Pamungkas Embarkasi Medan
Komentar