Melihat Koleksi Ribuan Hewan di Galeri Rahmat, Ada Nyamuk Hingga Gajah

Sugiatmo - Senin, 06 Februari 2023 14:26 WIB
Melihat Koleksi Ribuan Hewan di Galeri Rahmat, Ada Nyamuk Hingga Gajah
sugiatmo/metrosatu.com
PERLIHATKAN : Pemilik Galeri Rahmat memperlihatkan koleksi spesies burung kepada pengunjung.

analisamedan.com - Ingin lihat koleksi ribuan jenis hewan, ada di Galeri Rahmat. Lokasinya di Jalan S Parman Medan, Sumatera Utara. Tidak jauh dari pusat kota.

Koleksi binatang yang sudah diawetkan itu terdapat hampir 5 ribu koleksi spesies binatang liar, mulai dari semut, nyamuk, kupu-kupu,singa, buaya, hingga gajah.

Koleksi spesies binatang liar dan nyaris punah itu ditata dengan apik, hingga soelah-olah hidup.

Baca juga : AJWI Siap Berkarya Untuk Sumatra Utara

Setiap pengunjung pasti akan terkagum-kagum saat masuk ke Galeri Rahmat (Rahmat International Wildlife Museum & Gallery) ini.

Termasuk Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari saat menyambangi Rahmat International Wildlife Museum & Gallery. "Ini merupakan satu-satunya galeri bertaraf internasional di Asia," katanya.

Galeri milik tokoh masyarakat Sumatera Utara, Rahmat Shah, ini berisi hampir 5.000 koleksi spesies binatang liar (yang telah diawetkan).

"Museum ini sangat luar biasa, saya sangat mengapresiasi dan kagum," kata Atal S Depari,disela-sela menjelang parayaan Hari Pers Nasional, Senin (6/2/2023).

Menurut Atal, museum ini adalah museum terbesar dan terlengkap yang pernah dia kunjungi. Museum ini sangat baik sebagai sarana edukasi bagi siapapun.

"Koleksi di galeri ini berasal dari perburuan legal dengan konservasi dan pemanfaatan yang telah dilakukan oleh hampir seluruh negara," jelas Rahmat Shah kepada tamu spesialnya.

Koleksi binatang-binatang yang mati dan diawetkan ini, menurut Rahmat Shah berasal dari dalam dan luar negeri, baik itu pemberian dari berbagai negara maupun hasil pembelian secara legal.

Hebatnya lagi, koleksi museum ini menggunakan konsep berstandar dunia, conservation by utilization. Standar tersebut sebagai pencegahan kepunahan dan peningkatan populasi satwa liar di habitat asli.

Pada lantai dasar Galeri Rahmat ini, terdapat berbagai jenis burung yang dikelompokkan dengan sebutan Pheasants of The World.

Di salah satu sudut terdapat Bear Room, di mana berbagai jenis beruang dapat dilihat di sini dalam nuansa yang sangat dingin.

Keberadaan beruang-beruang ini ditampilkan seperti di atas hamparan salju. Masih di salah satu sudut di lantai satu juga terdapat koleksi African Big Five.

Semua ruangan di gedung 3 lantai dengan luas 5.000 meter persegi ini memang ditata dengan desain khusus layaknya hutan yang menyeramkan saat malam hari.

Suara auman raja hutan, menggema melalui sistem suara yang telah diseting sedemikian rupa, sehingga memacu adrenalin pengunjung yang memasuki ruangan ini.

"Saya sempat kaget mendengar suara-suara binatang ini," ungkap Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi.

Keberadaan Rahmat International Wildlife Museum and Galerry ini berdiri atas inspirasi dan keinginan kuat Rahmat Shah, yang sangat mencintai alam serta ingin mencegah agar hewan-hewan tidak punah.

Rahmat Shah yang juga ayah artis film Raline Shah merupakan seorang konservasionis dan sering berpetualang ke berbagai wilayah penjuru dunia.

Ia merupakan putra Indonesia pertama yang menerima berbagai penghargaan dan pengakuan berburu internasional. Sebagian besar satwa yang berada di dalam museum ini dikumpulkan dari kegiatan berburu resminya.

Kehadiran Ketua Umum PWI Pusat selain didampingi Sekjen PWI juga didampingi Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Zulkifli Gani Ottoh, Wakil Bendahara Umum PWI Pusat, Dar Edi Yoga, Ketua PWI Sumut Farianda Sinik, Wakil Penanggung Jawab Bidang Transportasi dan Akomodasi HPN TB Adhi, dan para pengurus lainnya.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru