Memberi Makan Orang Berpuasa, Pahalanya Sama Dengan Orang Berpuasa Dan Didoakan Malaikat

Amir Hamzah Harahap - Kamis, 28 Maret 2024 16:13 WIB
Memberi Makan Orang Berpuasa, Pahalanya Sama Dengan Orang Berpuasa Dan Didoakan Malaikat
ilustrasi
analisamedan.com -Buka puasa bersama atau bukber lazim diselenggarakan banyak pihak di masa Ramadhan. Selain menggalang silaturahim juga menambah ukhuwah.

Namun buka bersama juga akan lebih mendapatkan pahala jika niatnya juga untuk memberi makan orang yang berpuasa terlebih dari kaum dhuafa.

Pahala Memberi Makan Orang Berpuasa

Pahala memberi makan kepada orang yang berpuasa adalah sebesar pahala orang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang diberi makan itu.

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

"Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga." (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192, Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Turut Didoakan oleh Malaikat

Dikutip dari Kitab Keutamaan oleh Imam an-Nawawi, hadits berikut ini diriwayatkan oleh Ibu Dawud dengan isnad shahih.

أَنَّ النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم جَاءَ إِلى سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ رَضي اللَّه عنهُ ، فَجَاءَ بِخُبْزٍ وَزَيْتٍ ، فَأَكَلَ ، ثُمَّ قالَ النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَفْطَرَ عِندكُمْ الصَّائمونَ ، وأَكَلَ طَعَامَكُمْ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ المَلائِكَةُ.

Dari Anas RA, bahwasannya Nabi SAW datang kepada Sa'ad bin Ubadah RA, lalu Saat menyuguhkan roti dan minyak, kemudian Nabi SAW makan. Setelah selesai beliau mengucapkan doa yang artinya:

"Orang-orang yang berpuasa telah berbuka di tempatmu dan orang-orang yang berbakti telah makan makananmu dan para malaikat memohonkan kerahmatan atasmu."


Dari 'Ali bin Abu Thalib ra , beliau berkata, Nabi SAW bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا. فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

"Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya."Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, "Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan salat pada malam hari di waktu manusia pada tidur." (HR Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Lihatlah bagaimana keutamaan Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu yang menggabungkan antara memberi makan dengan amalan lainnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ صَائِمًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ جَنَازَةً قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مِسْكِينًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ عَادَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مَرِيضًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اجْتَمَعْنَ فِي امْرِئٍ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya (kepada para sahabat), "Siapakah di antara kalian yang pada hari ini berpuasa?" Abu Bakar berkata, "Saya." Beliau bertanya lagi, "Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengiringi jenazah?" Maka Abu Bakar berkata, "Saya." Beliau kembali bertanya, "Siapakah di antara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?" Maka Abu Bakar mengatakan, "Saya." Lalu beliau bertanya lagi, "Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengunjungi orang sakit." Abu Bakar kembali mengatakan, "Saya." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda, "Tidaklah ciri-ciri itu terkumpul pada diri seseorang melainkan dia pasti akan masuk surga." (HR. Muslim, no. 1028).

Ibnu Rajab Al-Hambali dalam "Lathaif Al-Ma'arif" menyatakan, "Puasa, sholat dan sedekah mengantarkan orang yang mengamalkannya pada Allah. Sebagian salaf sampai berkata, 'Sholat mengantarkan seseorang pada separuh jalan. Puasa mengantarkannya pada pintu raja. Sedekah nantinya akan mengambilnya dan mengantarnya pada raja.'"

Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru