Segerakan !
analisamedan.com - Perencanaan aktivitas semua sektor potensi kehidupan harus dipersiapkan secara matang untuk mendapat hasil ideal dan maksimal seperti diinginkan.Tanpa perencanaan baik, secara teori sunatullah mustahil akan meraih hasil ideal tersebut.
Akumulasi dari perencanaan tentunya harus diiringi eksekusi untuk mewujudkannya. Sebagus apa pun teori dan perencanaan yang telah dirumuskan, akan berhilir kepada 'kehampaan' bila tidak diiringi dengan eksekusi.
Namun rencana dapat ditunda bahkan harus bila perkembangannya tidak memungkinkan untuk dieksekusi. Seorang yang sudah berencana akan bepergian ke suatu tempat dengan persiapan matang, tetap juga harus menunda keberangkatan bila dalam kondisi tidak ideal seperti, hujan deras yang bisa mengakibatkan ketidaklancaran bahkan berpotensi pada terancamnya keselamatan diri bahkan jiwa.
Pastinya, semua rencana tetap bisa ditunda untuk kemaslahatan lebih baik dan besar apa lagi bila dalam situasi darurat termasuk dalam ibadah.
Tobat
Namun ada satu hal yang tidak bisa ditunda dalam hidup ini sekali pun kondisi penting dengan segala alasan meski pun dalam bilangan detik. Sebab bila ketentuan itu berlaku, maka tidak punya kesempatan untuk meraih kebahagiaan hakiki sebagai manusia dan hamba Allah.
Hal yang harus disegerakan dan tidak boleh ditunda itu yakni, 'tobat' sebagai bentuk kesadaran sebagai hamba kepada sag Khalik Allah Swt. Tidak ada tawar-menawar atau keringanan dalam menyegerakan tobat. Sebab tobat ni menjadi penentu kehidupan seorang hamba beruntung atau buntung.
Tobat merupakan implementasi kesadaran seorang hamba kepada khalik tentang hakikat kehidupan. Kesadaran ini menjadi titik penting dalam penghambaan kepada-Nya yang mengantarkan kedudukannya kelak setelah kematian termasuk juga saat hidup di dunia.
Urgensi tobat bagi seorang hamba ini tersirat dari isyarat Allah Swt dalam Alquran Surat Ali Imran ayat 133 yang artinya : "Dan bersegeralah kepada ampunan (tobat) dari tuhanmu yang surganya seluas langit dan bumi diperuntukkan bagi orang-orang bertakwa".
Secara psikologis, manusia yang bersalah terlebih kehidupannya larut dalam balutan kemaksiatan dan dosa-dosa, dipastikan tidak akan mendapatkan ketenangan hidup. Manusia pertama dalam khazanah sejarah peradaban Islam yakni, Nabi Adam as, mengalami kegelisahan hidup tatkala melanggar larangan Allah Swt untuk tidak mendekati pohon khuldi saat berada di dalam surga.
Pelanggaran atas larangan ini menyebabkan Adam as dan istrinya Hawa bukan saja diusir dari surga, tapi mengalami kegelisahan panjang tak berujung sampai akhirnya pengajuan tobat keduanya diterima Allah Swt.
Dicintai Allah
Kemurkaan Allah Swt terhadap hamba-hamba-Nya akan berhilir kepada azab yang luar biasa tidak saja akan diterima pelakunya di dunia. Alam barzakh sebagai masa transisi menuju kiamat Besar juga bakal menjadi siksaan yang menjadi malapetaka tak terbayangkan.
Kondisi tersebut akan terus berlanjut saat seorang hamba berada dalam timbangan kiamat dengan catatan buruk yang akan tersiksa dalam neraka dengan kepedihan luar biasa seperti terekam dalam Alquran Surat al-Insan ayat 4 : "Sesungguhnya Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan api (neraka) Sa'ir (yang menyala-nyala)".
Ayat lain yang mengungkapkan dahsyatnya neraka juga termaktub dalam surat al-Mulk ayat 6 dan7 yang artinya : "Orang-orang yang kufur kepada Tuhannya akan mendapat azab (neraka) Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila dilemparkan ke dalamnya (neraka), mereka pasti mendengar suaranya yang mengerikan saat ia membara".
Rasulullah Saw juga menggambarkan dahsyatnya azab neraka sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim :"Penduduk neraka yang paling ringan siksaannya di neraka adalah seseorang yang memakai dua sandal neraka yang memiliki dua tali. Kemudian otaknya mendidih karena panasnya sebagaimana mendidihnya air di kuali. Orang tersebut merasa tidak ada orang lain yang siksanya lebih pedih dari siksaannya. Padahal siksaannya adalah yang paling ringan diantara mereka"
Dahsyatnya azab neraka sangat tidak terbayangkan bagi manusia yang hidupnya penuh kemaksiatan kelak di hari Kiamat. Karenanya Alah Swt mengingatkan manusia untuk takut dari azab-Nya seperti terekam dalam Surat Ali Imran ayat 131 : "Bertakwalah kamu dari dahsyatnya api neraka yang diperuntukkan bagi orang-orang kafir".
Mesk azab Allah Swt sangat dahsyat, namun kasih sayang-Nya (rahmat) lebih luas. Sebanyak apa pun dosa seorang hamba meski memenuhi langit dan bumi, ampunannya melebihi dari itu. Dan perbuatan yang paling dicintai Allah Swt dari seorang pendosa yakni, bertobat dari semua kemaksiatan tersebut.
Rasulullah Saw dalam hadisnya bersabda : "Setiap anak Adam adalah bersalah dan sebaik-baiknya orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat." (Riwayat at-Tirmizi).
Riwayat lain Imam al-Hakim juga menyebutkan Nabi Muhammad Saw menegaskan : "Seandainya para hamba tidak melakukan dosa niscaya Allah akan menciptakan makhluk lain yang melakukan dosa, kemudian Allah akan mengampuni mereka, dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Maka sebelum nafas berhenti, ruh keluar dari jasad dan kesempatan bertobat ditutup, mari bersama kita bersegera menuju rahmat-Nya dengan menggapai ampunannya.
PP Muhammadiyah Lantik Rektor dan Kukuhkan BPH UMSU Periode 2026–2030
15 Tahun Ummu Rahmah, Menuntun Umat Lewat Cinta Alquran
PTMA Diminta Aktif Hidupkan IMM, FOKAL IMM Sumut Gelar Silaturahim dan Halal Bihalal di Medan
Kolaborasi Organisasi Masyarakat Sipil dan PDM Tapsel Salurkan Bantuan ke Korban Banjir
Mulai Besok, Infak Jum'at Masjid Persyarikatan Muhammadiyah Untuk Bantu Korban Banjir