Syamsiah Nasution, Dari Guru Fiqih Menjadi Pembimbing Ibadah Haji Perempuan di Tanah Suci
"Alhamdulillah, saya lulus. Insya Allah amanah ini akan saya jalankan sebaik mungkin," ucapnya penuh keyakinan.
Syamsiah percaya, kehadiran pembimbing ibadah perempuan membawa dampak positif bagi pelayanan jemaah, terutama para ibu dan nenek yang kerap merasa sungkan untuk bertanya hal-hal pribadi kepada petugas laki-laki.
"Dengan adanya pembimbing perempuan, mereka bisa lebih terbuka dalam bertanya dan berkonsultasi, terutama tentang praktik manasik yang berkaitan dengan kondisi fisik atau kesehatan," jelasnya.
Dalam menjalankan tugas, Syamsiah akan bersinergi dengan Ketua Kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), Karu dan Karom, serta pimpinan KBIHU. Kolaborasi itu menurutnya penting agar setiap jemaah mendapatkan pelayanan terbaik dan dapat menjalankan ibadah haji dengan tenang dan khusyuk.
Harapannya sederhana namun bermakna: agar semua jemaah dapat menuntaskan ibadahnya dengan lancar, dan pulang ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Kakanwil Kemenag Sumut Instruksikan ASN Taati Aturan WFH Tiap Jumat
Bersama Kemenag - UIN Sumut Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir
Momentum Pengabdian Baru, 660 PPPK Kemenag Sumut Resmi Dilantik
Kakanwil Kemenag Sumut dan Kapoksi Komisi VIII DPR RI Bahas JAMARAH di Deli Serdang
Kakanwil Kemenagsu Hadiri Pembukaan STQH Nasional XXVIII 2025 di Kendari: Islam, Ilmu, dan Akhlak Harus Bersinergi